Masa depan seseorang sangat bergantung pada apa yang dipikirkan sekarang. Bagaimana cara pandangnya dalam menghadapai persoalan punya pengaruh yang sangat besar. Pikiran yang jernih akan membuat kehidupannya menjadi baik. Sebaliknya jika cara pandang dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif, maka kehidupannya akan diwarnai dengan hal-hal yang negatif pula.
Kesuksesan bermula dari pikiran. Jika orang berpikir bahwa dia mampu mencapai apa yang diinginkan dan direncanakan, maka semua energi yang dimiliki akan diarahkan untuk mencapainya. Sebaliknya jika dia berpikir tidak mampu mencapai apa yang diimpikan, maka pikiran negatif tersebut akan memengaruhi semua arah kehidupan, yang pada akhirnya menjadi alasan utama dari sebuah kegagalan.
Ada yang berpikir bahwa orang bisa sukses kalau mempunyai modal besar, terutama dalam hal keuangan. Oleh karena itu, menurutnya, jika sekarang ini belum memiliki modal, maka apapun yang hendak diusahakan tidak mungkin mencapai keberhasilan. Pikiran itu menyebabkan dirinya terjebak dalam keterbatasan yang dibuat sendiri. Padahal, dalam hidup, kesuksesan itu tidak selalu diawali dengan modal keuangan yang besar. Banyak orang yang memulai dari hal-hal kecil, tetapi berkat ketekunan dan kerja keras yang dilakukannya, maka usahanya menjadi besar.
Ada juga yang berpikir bahwa hanya orang berpengalamanlah yang mempunyai kesempatan untuk sukses, sedangkan orang-orang yang tidak punya pengalaman tidak punya hak untuk sukses. Pemikiran semacam ini akhirnya menghalangi orang-orang muda yang kreatif untuk berkarya. Padahal, kreatifitas anak-anak muda biasanya jauh melebihi kreativitas kaum tua karena mereka dalam kondisi yang lebih segar. Banyak anak muda disekitar kita juga berhasil, walau memulai sesuatu tanpa pengalaman sebelumnya.
Banyak juga yang berpikir bahwa hanya orang-orang yang mengenyam pendidikan formal hingga mempunyai deretan gelar di belakangnya namanya yang mempunyai kesempatan untuk berhasil. Nyatanya tidak demikian, betapa banyak orang-orang yang hanya mengeyam pendidikan dasar, bahkan beberapa tidak selesai, mampu mengembangkan diri dengan baik, dan berhasil.
Padahal sebenarnya, potensi itu ada. Masing-masing orang mempunyai kelebihan yang mesti diaktifkan. Pikiranlah yang mampu mengaktifkan kelebihan tersebut. Jika orang berpikir bisa, maka potensi tersebut akan mulai aktif, membuka diri, dan mengemebangkan diri secara baik, dan dirinya pun terpacu untuk berbenah, belajar dan serius berusaha, agar dapat menunjukkan bahwa dia bisa, Sebaliknya jika potensi itu tidak diaktifkan, maka dia hanya kana menjadi endapan.
Jadi, semua bergantung pada masing-masing orang, Bukan masalah mampu atau tidak mampu, tetapi mau atau tidak mau. Hidup sebenarnya dimulai dari cara berpikir seseorang tentang keadaan sekitarnya. (Man jadda wa jada)