Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tidak kau hendak
Tumbuh, Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah.
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tidak kau hendaki adanya, engkau lebih suka membangun jalan dan pagar besi.
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri.
Jika kami bunga
Maka engkau adalah tembok itu tapi di tubuh tembok itu sudak kami sebar biji-biji.
Suatu saat kami akan tumbuh bersama dengan keyakinan yang besar.
Engkau harus hancur.!!! Dalam keyakian kami dimanapun tirani akan berkembang.
Puisi ini saya dapat di saat saya menjadi mahasiswa baru 4 tahun yanh sial.