"Mana postinganmu hari ini?" tagih beberapa stemian Barsela yang juga sudah menjadi sahabat karibku di steemit seperti Pak
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
dan
beberapa hari yang lalu.
"Nury lagi sibuk banget sekarang. Harus buat RPP dan juga soal ujian buat anak-anak," jawabku memelas dengan menyertakan alasan-alasan itu via WA.
Tonight I'm getting another question from a different person. He is new friend. I knew him this nigt, but he had shared steemit knowledge for me, he is Mr. . "Nury, I checked your account no posts in this week, why?" asked him in discord chat. So, I gave him of reasons about my busy life.
Malam ini aku kembali mendapatkan sebuah pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda. Beliau adalah orang yang baru kekenali hari ini tetapi sudah sangat besar memberi kontribusi berupa ilmu tentang steemit yang belus saya ketahui yaitu, Bang
.
"Nury, saya cek akunmu kok tidak ada postingan dalam seminggu ini, kenapa?" tanyanya penuh kecewa melalui discord chat. Kembali, aku menyuguhinya segudang alasan tentang kesibukanku di dunia nyata.
This lately, I was busy make 180 questions to my students for study physics, IPS, and Digital. Currently, I am surrounded by student answer sheet of 97 sheets. Of course it is a fairness because I teach in two school SMKN 1 Panga and MTsS Panga Pucok. But making busyness as reason is a mistake. Like Merry Riana said "Smart people will find solutions to solve problems, while lazy people always make the situation as reason"
Akhir-akhir ini aku memang disibukkan dengan tuntutan soal sebanyak 180 soal baik fisika, IPS, dan KKPI. Saat ini aku juga dikelilingi oleh lembar jawaban siswa sebanyak 97 lembar. Tentu hal itu merupakan suatu kewajaran karena saya mengajar di dua tempat yang berbeda yaitu di SMKN 1 Panga dan di MTsS Panga Pucok. Namum saya sadar bahwa menjadikan kesibukan sebagai alasan merupakan sebuah kesalahan yang tidak patut dibiarkan. Seperti kata Merry Riana "Orang pintar akan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan sedangkan orang malas akan selalu selalu menjadikan keadaan sebagai alasan"
I have a hobby writing, busy make i'm stop do it. "This can not be left"
Aku punya hobi menulis, kesibukan membuat saya berhenti melakukannya. "Ini tidak bisa dibiarkan"
Now, I am also know other stemians who have more work, but never stop to writing. They are keep writing every day Like Sis , he is the lecturers and housewives. For two her profession, of course she have busyness like: research, teaching, making questions and take care of children and husband. However, he is continued to writing not make as reason because her working.
Where am I? I'm just a teacher and sigle woman.
Kini aku juga disadarkan oleh stemian-stemian lain yang memiliki kesibukan jauh lebih banyak dariku tetapi tak pernah menyulutkan niatnya untuk tetap menulis
Seperti Kak , beliau adalah salah satu dosen sekaligus ibu rumah tangga. Dengan dua profesi itu, tentu sudah terbayang diingatan kita bagaimana kesibukan yang digelutinya, mulai dari penelitian, jam mengajar, membuat soal bahkan mengurus anak dan suami menjadi kewajibannya. Namun, beliau tetap menulis sepanjang-panjangnya tulisan tanpa mengeluh dengan kesibukan yang begitu luar biasanya, tetap menyajikan konten-konten dengan kualitas baik dan enak dibaca. Sedangkan aku? Aku hanya seorang guru lajang yang kesibukannya tidak melebihi 1/4 kesibukan Kak Putri dan stemian lainnya.
Now, I know the solution to my problem. Problems for cannot manage time.
"Don't wait for free time to writing but take your time to writing" The word became the biggest scourge for me to witing with pencil and pen on the papers. I am come back to my hobby. "Really, I never stop here".
Kini, aku tahu solusi untuk mengatasi masalahku. Masalah yang menyalahkan keadaan dan waktu. "Jangan menunggu waktu luang untuk menulis tetapi luangkan waktumu untuk menulis" Kata itu menjadi momok terbesar bagiku untuk kembali menggerakkan pensil dan pena di atas kertas. Menghantarkan aku kembali pada hobi yang beberapa bulan ini kutekuni. "Sungguh aku tidak akan berhenti sampai di sini" atmaku meronta.
Look at them! learn from them! stop complaining for time. Because, God gives the same amount of time. Which is 24 hours. Allah give time to sist @Putrimaulina, Mr. , @ khusairi,
,
,
and
and
is the same time. Of course, God never reduces our time for each day. But it all depends on us, to make the best use of time? or want to be played by time?
Lihatlah mereka! belajar dari mereka! Berhenti mengeluh dengan keadaaan apalagi menyalahkan waktu yang tidak berkecukupan. Karena pada dasarnya Allah memberikan jumlah waktu yang sama kepada setiap hambanya dalam satu kali putaran bumi, yaitu 24 jam. Bukankah Allah memberikan waktu untuk Kak @Putrimaulina Bang
Bang
Bang
Bang
Bang @bahagia-arbiBang
Bang
dan Bang
adalah sama?
Tentu saja, Allah tidak pernah mengurangi waktu kita untuk setiap harinya. Namun semua tergantung pada kita, mau memanfaatkan sebaik-baiknya waktu atau ingin dipermainkan oleh waktu.
These is a bit of my story, the solutions and motivations for myself. Hopefully also to inspiration for some steemian for keep writing everyday.
Inilah secuil kisahku beserta solusi dan motivasi untuk diriku sendiri. Semoga mampu menginspirasi beberapa steemian yang punya penyakit atau masalah yang sama denganku, yaitu menyelahkan keadaan dan waktu.