
Alhamdulillah ibu saya sudah selesai dioperasi kemarin. Dan saat ini ia sedang menunggu tubuh sehat untuk pengecekan angiografi. Mungkin beliau akan operasi sekali lagi terkait angiografi tersebut. Pun demikan, saya dan keluarga tetap bersyukur karena salah satu operasinya sudah selesai.
Saya dan keluarga tentu sangat mengkhawatirkan keadaan ibu.
Apalagi saya.
Bagi saya, ibu dan doanya adalah perisai yang paling kuat dalam hidup ini.
Kalau kamu punya luka, celupkanlah luka itu ke dalam kasih sayang ibumu. Kemudian tidurlah. Sekejab saja ibu bisa menghapus segala luka. Dan kita sudah siap untuk berkelana lagi. Menyeberangi savana hidup.
Ibu selalu memberikan hal-hal luar biasa untuk anaknya. Tak pernah ada sejarah seorang ibu menagih balasan atas jasanya pada anak. Belum ada cerita ibu meninggalkan anaknya dalam keadaan rumitnya hidup. Di belahan dunia manapun, normalnya ibu selalu muncul sebagai tokoh baik yang mampu menyulap hal-hal filmis. Sosok ibu selalu teduh. Dan oleh sebab itu, jagalah ibumu selagi ia sehat. Selagi sakit belum menggerogotinya.

ANGIOGRAFI
Di atas saya menyinggung sediki tentang angiografi. Karena seperti kata dokter, setelah operasi tempo hari, ibu saya harus melakukan check angiografi. Angiografi adalah pemeriksaan terhadap pembuluh darah dengan menggunakan zat kontras khusus dan memanfaatkan Rontgen. Biasanya hasil angiografi akan disebut normal jika aliran darah ke jantung stabil dan tidak terjadi penyumbatan.
Mendengar kata "Angiografi" saya jadi khawatir dengan keadaan ibu. Karena pengecekan angiografi tersebut biasanya memerlukan waktu lumayan lama yang berkisar antara setengah hingga dua jam. Dan pengecekan ini umumnya hanya bisa dilakukan oleh departemen radiologi yang ada pada sebuah rumah sakit. Pengecekan ini juga mesti dilakukan dengan menggunakan bantuan pencitraan Rontgen.
Jujur saja, saya baru mendengar angiografi beberapa hari ini. Dan yang muncul di pikiran saat mendengar kata angiografi itu adalah seseorang yang mengidap penyakit serius. Tetapi setelah baca-baca sedikit tentang angiografi tersebut, saya agak sedikit lega. Karena ternyata pemeriksaan angiografi tersebut tidak membuat pasien wajib menginap dan dapat pulang di hari yang sama setelah selesai. Semoga ibu baik-baik saja.
Original Picture by

PEMBENAHAN
Lantas ada satu keganjilan yang saya pikirkan terkait keadaan ibu. Hal tersebut adalah tentang dunia medis kita. Sejak hari pertama ibu masuk rumah sakit, saya merasa pelayanan di dunia medis kita masih "Bau amis" dan perlu dibenahi.
Saya memperhatikan gerak-gerik tenaga medis kita memang asal pilih dalam menangani pasien.
Jika yang datang pasien kaya dan mewah, maka pelayanannya bisa dipastikan berjalan baik. Tetapi sebaliknya jika pasien yang berobat adalah mereka yang miskin, maka siap-siap ditelantarkan.
Saya tidak tahu ini budaya dari mana, Namun kita juga tidak mungkin menyalahkan rumah sakit karena itu hanya bangunan yang menampung manusia dengan segala jenis penyakit.
Jadi saya berkesimpulan yang salah di sini adalah oknum rumah sakitnya yang ogah-ogahan, atau umumnya yang salah adalah sistem di dunia medis kita.
Sebenarnya tidak boleh ada perilaku "pilih-pilih" dalam menangani masalah serumit apapun di rumah sakit. Karena jika salah kaprah dalam mengambil tindakan bisa-bisa nyawa manusia bisa melayang.
Amputasi
Satu lagi yang saya kelirukan dengan dunia medis kita adalah tingkat profesionalitas.
Contoh kasus ibu saya ini...!!!
Sumber
Pihak rumah sakit sepertinya sangat menekankan kaki ibu saya untuk diamputasi. Padahal hasil Angiografi belum keluar dari rencana awal senin besok yang sudah terjadwal. Dan saya juga melihat meski kondisi kaki ibu saya memang ada sedikit pembengkakan akibat luka, tetapi ia masih berfungsi dengan sangat baik dan logisnya dengan pemikiran awam saya akan ilmu medis, ini tidak perlu diamputasi. Namun pihak rumah sakit cenderung berasumsi kaki ibu saya akan amputasi, dan itu membuat saya dan keluarga Shock mendengarnya.
Saya menafsirkan bahwa mereka lagi-lagi melakukan kesalahan. Bagaimana tidak, hasil ANGIOGRAFI saja belum keluar namun kata Amputasi sudah terucap dari mulut mereka, sangat miris.
Namun saya segera mengambil sikap dan berdiskusi dengan semua anggota keluarga, dan setelah diskusi selesai dan kami sepakat untuk tidak mengijinkan kaki ibu untuk diamputasi, Jika hasil ANGIOGRAFI pada hari senin besok memberikan kami kabar buruk itu.
Biarlah kami bawa ibu berobat ke tempat lain. Atau kalau perlu, kami siap membawa ibu hingga ke rumah sakit dikota Penang Malaysia, meski hal tersebut menyerap biaya yang tak sedikit. Saya dan Keluarga setuju dan yakin bahwa kaki ibu masih baik-baik saja dan tak perlu diamputasi.
Beginilah keadaan dunia medis didaerah kita. Semoga kedepannya lebih baik dan lebih humanis. Semoga bermanfaat.