Hola Stemians..
Postingan kali ini aku ingin sharing tentang hobi yang saat ini aku selami. Seperti kebanyakan orang, aku memiliki sebuah hobi yang kini menjadi sebuah passion dalam hidupku.
Yap, menulis...
Aku tidak tahu sejak kapan mulai tertarik dengan dunia tulis menulis. Dulu sewaktu masih duduk di bangku sekolah, aku pernah mengikuti lomba mengarang. Aku masih ingat betul tema yang diangkat waktu itu adalah tentang Narkoba, dengan cekatan jemariku ini mulai menuliskan kata demi kata hingga akhirnya aku bisa dapat juara 2 se Kabupaten Grobogan. Gilak, nggak nyangka banget aku bisa lolos dan mewakili sekolahku waktu itu.
Dari sinilah aku mulai suka memainkan imajinasiku dan menuangkannya menjadi sebuah cerita yang biasa kutulis dalam sebuah buku kecil (diary) yang kerap dibaca beberapa teman sekolahku.
Sayang setelah itu aku tidak memiliki support dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitarku. Hingga akhirnya kebiasaan menulis yang aku lakukan perlahan-lahan kutinggalkan dan tergantikan dengan aktivitas-aktivitas baru yang mampu menyita perhatianku.
Cukup lama vakum dari dunia tulis menulis, aku sempat ingin memulainya kembali. Tapi entah kenapa setiap akan memulainya aku selalu saja kehabisan kata dan berhenti begitu saja.
Waktu itu sedang rame-ramenya bikin blog, tidak mau ketinggalan dengan teman-teman yang lain akupun ikut buat blog yang berisi goresan-goresan kataku tiap harinya. Sayang lagi-lagi aku harus membiarkan blogku lama tak tersentuh karena fokusku terganggu dengan aktivitas lain yang lebih menarik bagiku kala itu.
Tahun 2016 adalah tahun yang begitu penting, di tahun ini hasrat menulisku bisa kembali. Ada sosok dibalik ini semua yang mampu menginspirasiku untuk kembali menulis dan berbagi kisah kepada orang lain. Aku mengenalnya lewat tulisannya yang mampu mencuri perhatianku, aku tertarik akan karya yang dia bagikan baik di blog pribadi ataupun buku-buku yang pernah diterbitkannya.
Hmmm...meski tergolong salah satu penulis yang dikenal dengan tulisan-tulisan galaunya tetap saja dia adalah yang menginspirasiku.
Beruntungnya aku saat ini berada di lingkup yang sangat mendukung hobiku ini. Bahkan aku mulai serius menjadikan menulis sebagai salah satu ladangku untuk mengais rejeki.
Buat stemians yang penasaran siapa saja sih sosok yang menjadi inspirasiku untuk terus menulis dan menulis, di tunggu pada postinganku selanjutnya ya.
Terakhir sebagai penutup aku ingin mengutip sebuah kalimat bijak dari penulis ternama Pramodya Ananta Tour, begini bunyinya.
Kamu boleh pandai setinggi langit tapi selama kamu tidak menulis kamu akan hilang dari ingatan dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Tidak lupa terima kasih juga kepada Kurator Indonesia ,
,
dan seluruh stemians yang sudah memberikan dukungannya.