
source
Â
Bila masa lurus nafas kalbu
Hidup dalam tempayan buram bias
Renung relung rasa rangkai sisa
Tadah wajah minta hujan
Terjaga dalam takut, hitam dinding
Terkunci pintu besi
Bacakan puisi kemarin
Terbata lalu menangis
Mencari yang hilang, kuat ilusi
Lalu buang saat bertemu
Menutup tingkap dari cahaya
Dalam asap debu tebaran
Ulang hari, ulur diri
Tak jua waktu bermanis muka
Mengumpul beling lalu berjalan
Harap iba lalu binasa
Ukiran batu berserakan
Tiang kokoh dan mainan
Kaum buta binasa dalam tanah
Lalu memilih!
Â

source
Â
If you like poetry, please give your support! I will appreciate and Thank you
Another Poems
Pantun Editions
Menghancurkan Berhala ( Pantun 004 )
Nabi Menentang Kemusyrikan Ayahnya ( Pantun 003 )
Nabi Ibrahim Mengenal Tuhannya ( Pantun 002 )
Lahirnya Ibrahim Kecil ( Pantun 001 )
Baca Juga Artikel Bisikan Insomnia;
Random Writing
🔤🆓🆗
[#Bisikan Insomnia] Sudut Pandang Vs Kenyataan
[#Bisikan Insomnia] Menulis Itu Jualan! Tawarkan Produkmu Sendiri!
Stop Membohongi! Mengendalikan Amarah itu Keliru
Masih Mimpi Mengejar Berlian Nenekmu?
Give Your Support! Vote For Steem
Pengalamanku! Sadis, Belajar Supaya Bodoh!
Learning For Better Writing? Kindly to Join on Discord Channel!
| SevenFingers | https://discord.gg/2BPrkf6 |
| ArTeem | https://discord.gg/a4ZN9EP |
| Steempress | https://discord.gg/yyGTDAW |
| eSteem | https://discord.gg/pHztdgW |
| Oracle-D | https://discord.gg/NsCcxS4 |
| SteemCommunity | https://discord.gg/7YsYS3c |
Thanks to my friends who has helped me in writing. Thanks to all the creative communities for your support. Thanks to all of you who love my poetry
Thank You
Posted from my blog with SteemPress : https://pupu93.000webhostapp.com/2018/10/poetry-117-lembar-waktu-20181029