Saya tinggal di sebuah gampong di kecamatan matangkuli yaitu di gampong Mee Matangkuli, kampung saya sangat dekat dari ibukota kecamatan dan sangat jauh dari kota lhokseumawe yaitu 40 – 60 menit perjalanan untuk menuju kota , pemandangan di desa ku masih sangat asri guy..
Penduduk- penduduk di sini masih sangat besar sikap gotoroyongnya dan sangat ramah kepada setiap warga dan tetangannya sangat beda dengan suasana di kota yang terkadang orang yang berda jadi tetangga pun tidak saling mengenal.
Apalagi saat acara khanduri semua warga ikut ambil baik itu di dapur di pelaminan dan penerimaan tamu, H-2 sebelum khanduri semua orang akan merapat dan membatu apa aja yang bisa di bantu baik itu membersihkan padi (tampoe breuh) dan membatu pemilik rumah dalam belajan semua keprluan makanan dan ada juag warga yang membantu pememilik rumah dengan cara menyumbang sayur mayur.
Dan pada saat acara intat lintoe baroe pada malam harinya semua warga kampung memdatangi rumah lintoe baroe tersebut untuk membantu membalut dan membungkus makanan yang akan di bawakan ke rumah linto baroe , biasanya para lelaki membantu di luar dengan cara membalut makanan dan minuman seperti kopi , minuman soda , tunas kelapa, dan gula dan mambatu semua keperluan yang lain , sedangkan warga yang perempuan membantu di dalam yaitu membalut pakain dan perangkat alat solat yang kan di kasih ke dara baroe, dan yang uniknya adalah bungoe ranup yang di buat dengan perlahan- lahan dan di susun satu persatu hingga menjadi suatu bentuk baik itu bentuk menara dan keupiyah aceh.