Takengon adalah Ibu kota kabupaten Aceh Tengah yang berdataran tinggi dengan suhu yang tergolong sejuk dibandingkan beberapa kota yang ada di Aceh. Takengon tak diragukan lagi sebagai penghasil kopi terbaik di dunia salah satunya jenis kopi arabika. Lahan kebun kopi di Takengon Aceh Tengah mencapai 48.300 Hektar. Jika kamu ke Takengon, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan pohon kopi yang hijau disepanjang jalan dan bukit yang akan kamu lewati, dan tentunya kilang-kilang atau pabrik kopi yang berderet di kota Takengon.
Takengon berasal dari bahasa Gayo yaitu "tekongan" yang artinya kelokan. Terbukti untuk mencapai kota kecil ini harus melewati tanjakan perbukitan dan menelusuri lereng-lereng gunung yang berkelok-kelok dan terjal. Sayangnya jalan lintas di Takengon juga masih ada yang berlubang-lubang dan tentu masih perlu perbaikan dari pihak pemerintah.
Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi kota kecil ini di awal juli 2017, karena saya sedang dalam masa libur dari repotnya perkuliahan, kebetulan juga takengon merupakan kota kelahiran saya tepatnya di daerah asir-asir bawah.
Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga mengunjungi nenek yang juga berada di takengon tepatnya di daerah toa untuk melihat kebun sekalian memetik sayur, jadi tidak perlu beli (hemat).
Nah ini jalan menuju kebun nenek saya.
Dikebun nenek, kami memiliki beraneka buah-buah dan sayuran.
Ini adalah saat bapak saya memetik buah jeruk.
Ini dia yg terkenal dari kota gayo ini, yaitu kopi.
Ini adalah keseruan kami saat memetik sayur labu jepang.
Maaf jika ada yang kurang, karena ini diupload dengan jaringan yang super lelet, hehehe. Semoga anda menyukainya.