"Lain lubuk lain pula ikannya," itulah pepatah yang tepat menggambarkan tulisan mengenai tradisi di kota ini khususnya. Dalam hal ini, saya ingin memaparkan tentang tradisi pernikahan. Berhubung hari ini saya di ajak oleh kakak saya menghadiri resepsi pernikahan temannya.
Tradisi pernikahan di Takengon menggunakan tradisi Gayo, bukan adat Aceh kebanyakan. Karena Gayo merupakan suku minoritas dan mempunyai kebudayaan tersendiri dibandingkan beberapa daerah di Aceh. Pakaian tradisional tidak hanya dipakai dalam acara perkawinan, juga dipakai dalam acara-acara resmi lainnya seiring dengan perkembangan zaman. Pemakaian baju tradisional dalam beberapa acara ini sebagai bagian dari menunjukkan identitas dan kebanggan akan etnik budaya lokal Gayo itu sendiri.
Pakaian adat perkawinan Gayo biasanya disebut dengan kerawang Gayo yang mengetengahkan kekayaan teknik sulaman benang warna putih, merah, kuning dan hijau. Aman mayak adalah sebutan untuk pakaian pria sementara Ineun mayam merupakan sebutan untuk pakaian wanita.
Saat berlangsungnya acara baik pesta pernikahan maupun acara resmi lainnya, biasanya para tamu terhormat disambut dengan tarian penyambut yang menggunakan baju adat kerawang gayo. Para tamu juga diselimutkan pula dengan kain adat berkualitas terbaik sebagai simbol penghargaan atau rasa hormat yang tinggi serta penerimaan yang ikhlas dari masyarakat setempat.
Tari saman gayo.
Tari saman merupakan tarian yang terkenal baik tingkat Nasional maupun Internasional. Tarian yang dikembangkan oleh Syekh Saman ini banyak yang tidak tahu bahwa tarian ini aslinya berasal dari suku Gayo yang berada di dataran tinggi Aceh tengah ini.
Tarian yang biasanya ditampilkan dalam acara-acara resmi maupun keagamaan ini biasanya menggunakan alat musik penggiring, namun bisa juga dengan bermodalkan suara penari dan gerakan tepuk tangan meriah si penari. Tarian saman yng membuat banyak orang terpukau dengan gerakannya ini merupakan salah satu media penyampaian pesan dakwah karena tarian ini banyak sekali mengandung nilai-nilai yang dapat dipetik dalam kehidupan kita diantaranya yaitu nilai pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersaman.
Maaf jika kurang bagus, masih dalam tahap pembelajaran.
Terima kasih, semoga anda menyukainya.