Halo Steemians…
Beberapa hari lalu beberes file dilaptop karena harddisk udah kepenuhan dan nemu foto ini. Dari situ ingat memory yang terasa sangat dalam rasanya.
Foto ini adalah foto malam setelah Idul Idha 2015. Kami bakar-bakar daging untuk disantap, seperti yang kebanyakan orang lain lakukan setelah paginya menyembelih hewan qurban. Yang membuat ada perasaan yang begitu dalam dari foto ini bukanlah bakar-bakar dagingnya, melainkan kebersamaannya.
Aku pribadi banyak mengalami lika-liku pertemanan. Ada teman yang datang saat kita sedang senang saja, ada teman yang hadir saat ia butuh sesuatu, ada teman yang selalu ada saat susah maupun senang. Nah, orang-orang yang ada difoto ini adalah golongan yang selalu ada saat aku dalam kondisi apapun. Pasti Steemians beberapa sudah ada yang mengenal, yap.. mereka dan
. Mereka yang ada di foto ini. Kalo
kayaknya yang pegang kamera deh, salahnya demen foto jadi gak nampak deh.. :p
Kami memang sering bersama. Mau main, mau belajar, mau traveling dll kayaknya sering banget bareng.
Lalu kenapa foto ini punya memory yang begitu dalam?? Muter-muter nih ceritanya. Hehehe… maaf-maaf. Aku jelasin…
Saat itu seperti yang sudah aku ceritain diatas, Idul Adha 2015, itu saat dimana belum lama aku kembali kerumah orang tuaku. Lho, emang abis darimana? Beberapa waktu sebelumnya, aku membuat usaha dan memutuskan untuk tinggal tidak serumah dengan orang tua. Singkat cerita, usaha itu hancur dan beberapa teman yang bekerja sama pergi entah kemana. Yang tersisa hingga akhir ya dan
. Mereka yang selalu ada hingga semua urusan terkait usaha itu beres. Bantuin ikut pusing ceritanya, karena akulah yang menjadi pengagas usaha tersebut. Sebenarnya, dengan berbagai alasan yang bisa dibuat, bisa saja mereka pergi meningglkanku. Tapi yang aku salut, mereka tidak melalukan itu. Mereka ada membantuku membereskan semua urusan dan menguatkan aku.
Seingatku, setelah urusan beres kami bertiga traveling ke Surabaya. Traveling dadakan tepatnya, karena aku dan ngikut
yang menghadiri sebuah pertemuan disana. Cerita komplitnya nanti aku buat deh tentang perjalanan ke Surabaya yang tujuannya menyegarkan pikiran dan membangkitkan kembali semangat kami.
Dari kehancuran usahakuwaktu itu aku belajar banyak. Salah satunya tentang persaudaraan. Tak ada saudara yang rela meninggalkan saudaranya yang sedang kesulitan, ia akan selalu menemani dan menyemangati hingga saudaranya bangkit kembali.
Saat ini, kami tetap bersama meski telah memiliki kegiatan masing-masing. Semoga kebersamaan ini terus ada hingga nanti.
Semoga tulisan ini membawa manfaat buat teman-teman semua. Semoga juga persaudaraan Steemians Indonesia terus semakin erat.
mari bersama kita kuatkan Steemit Indonesia. Kita saling bantu untuk capai impian kita.
Jabat Erat, Salam Hangat.