Source :
Engkau menangis
Seakan hidup tak ada hari esok
Engkau tertawa seakan lupa
Bahwa mata tak selamanya terbuka
Bukankah hujan tak mesti di saat gelap?
Namun terkadang hadir di saat terang
Dengan harap hal ini bisa menyadarkanmu
Bahwa hidup memiliki dua sisi yang bertolak belakang
Jadi, hidup mana yang mesti menghukum
Manakala lumbung sudah tak dapat memisahkan dusta
Dan menganggap lumrah kebathilan yang membiasa
Hukum kau buat sesuai keinginan perut
Sang pembuat hukum engkau lupakan
Dan qalam-Nya hanya kau letakkan di atas meja
Di sudut bangunan yang berkubah
Sebagian darimu masih setia mengadah dan meminta
Suatu saat hati tersikap dan terbuka untuk makna dari sujud di hadapan Sang Pencipta
Dan mereka itulah yang dimaksud sebagian kecil dari zamanmu
Mereka itulah “qaliilum minal aakhirin”
Yang menerima dengan yamiin, kemudian ditempatkan dalam jannatun na’iim
Lalu kamu ini termasuk ke bagian yang mana?