Judul itu dijakukan oleh seseorang yang terbilang istimewa di hati melalui saluran pesan whatsapp. Setelah merenung sejenak, saya langsung menjawab: "Pernah!"
Pertanyaan barupun meluncur sekitar cara mengatasi kebosanan yang melanda. Kali ini dengan lincah saya jawab: "Memandangi dirimu? "
Foto by unsplash
Entah tidak paham atau ingin meminta penegasan, saya kembali menjawab: "Iya, dengan memandangi dirimu, daku kembali bergairah.!"
Ternyata, jawaban ini kembali menimbulkan pertanyaan, entah serius atau sekedar menguji jawaban di awal. Sayapun kembali menjelaskan, bahwa dengan memandangi dirinya inspirasi hadir dan akhirnya bisa kembali menulis, lupa jika pernah dilanda bosan.
"ohhhh... "
Sebuah balasan penuh misteri.
**
Bosan jelas manusiawi. Tidak ada yang aneh. Biasa saja. Hidup kadang lincah, kadang juga lelah. Kadang penuh gairah, kadang pula lelah dan juga bosan datang melanda.
Maka, makna memandangi dirimu adalah jeda sejenak, membiarkan yang ada di dalam tubuh dan jiwa mengalir di sungai diam. Menikmati segalanya berjalan apa adanya sampai kemudian tersentak pada pecahan gelombang. Di situlah ide hadir, dan bosanpun pergi bersama arus kehidupan.
Maka, jangan paksa kebosanan hilang. Biarkan ia pergi bersama sungai diam di dalam raga dan jiwa. Dan ketika ide datang menyapa, maka jadikan ia perahu untuk kembali berlayar di lautan Steem ini.
Begitulah duhai yang selalu datang dikala rindu menyapa.