Mencari rezeki tidak salah, bahkan pantas karena kita masih di dunia ini, akhir semua ini ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan. Mengawali kembali ketika dibangkitkan kelak.
Secara sadar tanpa penjelasan, semua tau bahwa sesuatu yang tidak dapat kembali lagi, sesuatu yang paling jauh adalah waktu. Setiap insan selalu memanfaatkan waktu sebaik-baik nya, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Bagi orang malas tau kapan waktu tidur dan kapan waktu untuk bermalasan, waktu selalu di manfaatkan nya, bagi mereka yang rajin, tau kapan waktu untuk bertugas, mencari nafkah, mereka akan memanfaatkan waktu sebaik-baik nya. Begitu juga waktu untuk orang jahat , baik, pria, wanita, tua, muda, dan/atau yang berprofesi,berbagai macam profesi.
Detik berganti detik, menit berganti menit, jam, hari, minggu,bulan,tahun,abad begitu seterus nya , waktu terus berjalan, yang muda menjadi tua, begitu seterusnya, waktu tidak dapat kembali, begitu jauh waktu dengan kita. Maka orang yang pintar adalah orang yang punya target, orang yang pintar membuat jadwal untuk diri nya sendiri, orang yang tau mana yang penting untuk diri nya, mana yang tidak penting, penting yang bagaimana? Penting yang membawaki keuntungan di dunia dan keuntungan untuk dirinya di akhirat. Orang yang mementingkan keuntungan kedua nya, maka orang itu pasti menghargai dan kepentingannya pasti juga untuk kepentingan bersama, tapi apabila orang yang memanfaatkan, mementingkan waktu nya hanya untuk satu perkara, yaitu dunia tidak untuk akhirat, dapat di pastikan kebanyakan dari kepentingan yang mereka lakukan adalah keuntungan hanya untuk diri nya tidak untuk orang lain, apalgi untuk bersama.
Seorang yang berjuang dalam mencari rezeki untuk kepentingan hidup di dunia demi keuntungan akhirat,maka mereka lah yang benar-benar tau waktu itu jauh, waktu itu cepat , pikiran nya begitu jernih dan selalu terkontrol. Sementara orang yang tau waktu itu jauh, mengenal berdasarkan pengalaman tetapi tidak benar-benar dimanfaatkan untuk keuntungan akhirat, maka orang itu seolah-olah mabuk didalam berfikir, kadang sadar kadang tidak kalau waktu ini adalah sangat jauh, kondisi kepribadian yang tidak dapat terkontrol.
Kita selalu berdo'a kepada Allah SWT agar kita selalu sadar, kita hamba yang hina, lemah, bodoh, agar selalu di berikan kesadaran untuk mempergunakan waktu dengan sebaik-baik nya untuk akhirat, dengan begitu ,secara automatis ,kepentingan dunia pun akan mengikuti dengan sendirinya.
Wallahu 'alam bissawab
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian, mohon diperbaiki.