Miris benar nasib mu wahai cek gu, bertahun-tahun mengabdi tiada arti, tiada pernah menjadi prioritas, mengajar ditempat-tempat terpencil, dikala konflik Kamilah yang berani untuk tetap berada disana, sedangkan guru PNS kembali ke tempat nya masing-masing, paling kurang sudah lebih 13 tahun kami mengabdi, dan bahkan ada yang lebih, umur pun semakin tua, dari masa masa pemutihan dulu, kami tersingkir dan tercecer karena berbelit nya birokasi, sampai dengan di tahun 2013 kami diharuskan untuk ikut tes lagi, tes kami lalui dan kami lulus diikuti dengan pemberkasan, NIP kami pun satu persatu keluarga, dengan sukacita kami menunggu sk cpns kami terima, Kontrak kerja sebagai honorer daerahpun diputuskan, karena kami dianggap sudah jadi CPNS dengan TMT 1 juni 2014, tapi apa daya sk cpns tidak pernah kami terima dengan berbagai alasan, dan dari pihak manapun tidak ada yang mau disalahkan.
tinggal lah kami 36 orang tanpa status, CPNS bukan Kontrak juga bukan, Dengan perjuangan mondar mandiri ke DPR dan Dinas terkait, akhirnya tahun 2016 kami kembali menjadi kontrak, tetapi gaji di tahun 2014 dan 2015 sampai sekarang tidak pernah dibayarkan lagi. Dan sekarang terulang lagi, gaji 2017 selama 3 bln belum juga dibayar, tahun 2018 inipun masih jadi tanda tanya, apakahn akan dibayar dalam minggu ini? atau kita tunggu lebaran haji?