Apa kabar sobat semua...
Saat ini saya sedang dinas malam. Dan saya berusaha untuk tetap terjaga dengan menulis postingan sederhana ini. Saya ingin bercerita tentang ikatan persahabatan yang kuat antara sesama partner kerja. Rasa peduli antara satu sama lain bahkan mengabaikan rasa lelah dan sakit yang dirasa. Cerita ini bermula ketika saya bangun di pagi hari saya merasa sangat pusing dan hoyong (vertigo). Ketika saya berusaha menutup mata dunia seolah-olah seperti berputar.
Saya bangkit dari tempat tidur dan berjalan sempoyongan. Ibu saya yang kebetulan berkunjung ke tempat saya di Banda Aceh menyarankan untuk tidur kembali. Saya pun mengikuti sarannya. Namun sepanjang hari saya tidak merasa lebih baik. Ada perasaan mual dan sangat tidak enak. Mungkin saya masuk angin dikarenakan jadwal makan yang tidak teratur dan jam tidur yang kurang akibat banyaknya kesibukan akhir-akhir ini.
Setelah ibu saya kembali pulang ke Bireuen saya hanya tiduran saja seharian. Suami mengkhawatirkan keadaan saya dan menyarankan untuk tidak dinas malam. Takutnya kondisi saya semakin parah. Namun saya bersikeras untuk tetap bekerja. Saya tidak tega teman-teman saya kekurangan partner kerja malam ini dikarenakan dinas di malam hari bukanlah hal yang mudah untuk dijalani apalagi bila pasien kritis dan penuh.
Sesampainya saya di rumah sakit tempat saya bekerja. Kondisi badan saya masih terasa tidak enak dan mata sangat mengantuk. Saya memutuskan untuk membuat segelas cappucino panas untuk melawan kantuk. Untuk kondisi tertentu mengkonsumsi cafein memang sangat bermanfaat terutama untuk keperluan bergadang. Setelah menikmati cappucino saya pun berbincang-bincang dengan partner kerja tentang kondisi masing-masing yang kurang fit. Ternyata kami memiliki pikiran yang sama untuk tetap pergi bekerja dikarenakan tidak tega meninggalkan teman lainnya berdinas dalam kondisi kekurangan tenaga.
Saya berusaha untuk tidak fokus terhadap kondisi badan yang kurang sehat. Saya bekerja seperti biasanya. Dan Alhamdulillah kondisi badan saya berangsur membaik tanpa saya sadari bahkan tanpa minum obat. Sungguh ini kuasa Allah. Ketika niat baik untuk tidak meninggalkan teman-teman di dalam kesusahan Allah mengganti dengan mengembalikan kesehatan dan kekuatan. Tidak terbayangkan bagaimana kalau saya memilih untuk istirahat di rumah mungkin saja saya harus meringis menahan rasa sakit kepala.
source
Begitulah kekuatan persahabatan yang sudah layaknya seperti saudara menyatukan kami semua menjadi sebuah keluarga besar di ICU 2. Saling membantu satu sama lain dan tidak membiarkan teman-teman dalam kesusahan meskipun abai terhadap kondisi diri sendiri. Prinsip kerja saling tolong menolong tentu akan meringankan beban kerja bila ditanggung bersama. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Begitu pepatah lama yang saya ketahui sejak SD dulu.[]