Dear Steemian, tulisan kali ini Saya Teungku Malem, Tapi Bukan Abusyik itulah yang menjadi karangan saya dalam kesempatan yang sangat indah ini.
Makna Teungku bagi masyarakat Aceh adalah orang yang mengetahui tentang sedikit banyaknya ilmu agama Islam, dan juga diberi nama itu untuk para santri yang lagi menempuh pendidikan di Dayah. kalau menurut Snouck Hurgrunje, kata teungku dipergunakan untuk apra leube atau santri.
Sementara untuk panggilan 'malem', biasanya untuk seorang guru yang memiliki pengetahuan mengenai kitab-kitab keagamaan atau kitab kuning.
Begitu juga dengan kata Abusyik, dimaknakan oleh masyarakat kita umum Aceh adalah sebagai orang yang sangat tua atau lanjut usia, dan ada juga sebagian orang menyebutnya orang yang mengerti tentang adat istiadat dan budaya, umumnya ilmu pengetahuan agama.
Namun ada juga seorang Abusyik menjadi pemimpin bagi masyarakat, seperti Bupati dan lainnya.
Apakah saya seorang teungku malem, tentunya bukan, walau judulnya Sya Teungku Malem, begitu juga dengan Abusyik, apakah saya seorang Abusyik, tentunya ia, jika usia kita berada di posisi 70 tahun keatas nantinya.
Salam untuk kawan semuannya, jangan dibaca tapi tilihat, jangan di upvote tapi di resteem,,