Bila pandangan telah terfokus pada satu titik, nikmatilah semua itu tidak hanya dengan mata, namun libatkanlah rasa melalui hatimu. Resapi dan rasakanlah dia mendekatimu, kemudian tanyakanlah satu hal padanya. Apa yang kamu inginkan dari jiwa yang mudah rapuh ini?
Bidadari sering datang dari hati yang memiliki harapan sangat tinggi. Padahal, keanggunannya tergantung dari siapa yang memandangnya serta menikmatinya. Harapan memang selalu ada dan mungkin saja juga hilang tak ada jejaknya. Namun hikmah akan selalu menegurmu dari penyesalan berkepanjangan. Lalu takdir akan muncul ke permukaan sebagai rasa syukur terhadap keputusan Tuhan.
Kekaguman bisa jadi awal dari bersemayamnya rasa. Tentu saja rasa itu adalah cinta. Apakah itu benih-benih cinta sejati? Banyak orang bilang bahwa cinta sejati hanyalah angan kehidupan di surga. Tetapi kenyataannya orang tak pernah mengerti makna dari cinta sejati. Cinta yang benar-benar sejati selalu dirasakan dengan kebahagiaan dan keindahan. Cinta tak pernah menyakiti siapapun atau apapun juga. Jika kamu tersakiti karenanya, itu bukanlah cinta. Melainkan sebuah kegagalan dalam menaklukkan cinta.
Menaklukkan cinta merupakan proses mengungkapkan rasa dan mengendalikannya. Banyak yang terjebak karena tak mampu mengungkapkannya. Selain itu, banyak juga yang gagal karena tak dapat mengendalikannya. Hanya orang-orang yang sabar dan mengikuti rasa dengan bijaksana mampu menjadi penguasa rasa cinta.
Memiliki rasa adalah anugerah dari Tuhan yang tak bisa ditolak. Namun hasrat terkadang menjadi ujian yang dahsyat dalam mengatur rasa itu menjadi cinta atau kekaguman belaka. Janganlah menyimpan rasa dengan rindu yang sangat. Itu akan menjatuhkanmu dalam fatamorgana dunia, sehingga ilusi memberikan harapan palsu tak ada habisnya.
Cilacap, 1 Juni 2018
Salam Hangat
Tusroni