Tentang rindu yang datangnya tak terkira. Menuntun segala hasrat berjumpa pada kenangan saat bersama. Kenangan yang membuat rasa cinta terlalu menggebu dan terkadang tak dapat dikendalikan. Ya, keinginan menuju titik jenuh yang perlu diregenerasi kembali mencapai titik nol di sanubari.
Tentang rindu yang datang dari ikatan darah. Kasih sayang merupakan awal dari kuatnya rasa rindu itu. Kehangatan dalam pelukan keluarga memberikan kenyamanan yang tiada bandingannya. Seberapa pun jauhnya manusia melangkah, kehangatan keluarga adalah kerinduan yang menjadikan candu dalam kehidupan.
Tentang rindu dalam persahabatan sejati yang terlalu sulit bertemu dari kesibukan masing-masing individunya. Kerinduan ini seperti terus mengakar dalam ingatan. Kerinduan yang akan terus memuncak dikala bertemu dalam momen yang singkat dan tidak disengaja. Seakan takdir telah memberikan kejutan tak terlupakan dalam kehidupan pertemanan.
Tentang rindu dari kilas balik menuju kedewasaan. Tanpa beban dan selalu berimajinasi berlebihan adalah kerinduan yang membuat bibir ini tersenyum sejadi-jadinya. Memutar waktu kembali selalu jadi harapan agar memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan. Namun, waktu tak ingin berteman karena itu menyalahi takdir Tuhan. Takdir yang telah tertulis ketika masih dalam kandungan.
Tentang rindu dalam cinta. Cinta yang terkadang sulit untuk ditaklukkan. Kepedihan dan tenggelam dalam keputusasaan menjadi akibat gagalnya strategi menaklukkan cinta dalam kehidupan. Mimpi seperti menjadi kenyataan tatkala cinta mendekat dan tak mampu untuk ditolak. Hanya kesabaran dalam mengendalikan rasa yang akan bertahta dalam istana cinta.
Tentang rindu yang selalu tertulis dalam kenangan. Rindu yang akan terus merajai dalam hati manusia yang memiliki rasa. Rasa tulus dan ikhlas dalam memaknai kehidupan.
Brebes, 4 Juni 2018
Pukul Sebelas Lewat Empat Belas Menit