Menyambut 1 hari sebelum puasa, biasanya diriku melihat orang orang melakukan ziarah kubur, namun tahun ini aku melakukan nya untuk almarhum Ayah tercinta. H .Arifin Jaya.
Sedih rasanya puasa kali ini tak bisa makmegang dan puasa bersama, tahun lalu masih kumpul bersama. Walau ayah sakit dan terbaring di tempat tidur namun selalu sahur bersama.
Ada banyak kenangan yang tak terlupakan yang biasa kami lalui dengan ayah tercinta. Beliau selalu ingin puasa kami semua anaknya 6 bersaudara kumpul tumplek satu rumah. Walau hal itu tak mungkin kami lakukan karena masing masing-masing punya kesibukan. Tapi kami punya trik agar rumah ayah tidak pernah sepi. Kami selalu bergantian datang kerumahnya untuk menginap. Kita buat kesepakatan antara Abang dan adik jadwal seminggu dua keluarga kecil kami kumpul. Pada saat lebaran wajib kumpul semua. Itulah yang menyatukan kami bersaudara satu sama lain yaitu orang tua kami.
Sejak ayah tiada setahun lalu. Akulah yang menemani Emak dirumah. Sedih , sepi tak ada yang menasehati, memarahi dan sering telpon yang selalu berbunyi 1 jam sekali jikalau aku pergi dan belum kembali.
Ada yang hilang dari diri ini. Kerinduan yang sangat mendalam kepada ayah tercinta.
Hanya bait doa yang bisa kupanjatkan untuk ayah tercinta semoga dilapangkan kuburnya , diterima segala amal kebaikannya .amin
Wasiat ayah "selalu jalin silaturahmi dengan saudara jangan putus".
Love u Ayah