Dilan 1990........
Hari kedua di Medan. Kami
sekeluarga pergi ke Manhattan square pengen nonton film anak2. Sesampai di sana ternyata tiketnya udah habis. Anak2 pada kecewa karena film yang mereka suka tidak jadi ditonton. Akhirnya film Dilan 1990 menjadi pilihan kami, dengan pertimbangan usia anak-anak, dibanding dengan pilihan film lain yang diembel-embeli 17+. Namun sebenarnya kami juga was was, takut anak-anak minta pulang di setengah perjalanan film karena alasan mengantuk, padahal bosan mengikuti alur cerita yang penuh dengan percakapan. Mereka maunya aksi-aksi keren, layaknya film anak-anak.
Kenyataannya luar biasa. Dalam durasi lima menit, mereka sudah merespon dengan tertawa dan saling bisik sesama mereka.
"Lucu kali filmnya", nyeletuk salah satunya.
"Ha..ha..ha, Dilan itu sok akrab", sambung yang lainnya.
Berjalan waktu, kami pun bisa menikmati film ini, yang kalau mau jujur, sebetulnya lebih cocok dinikmati saat masih masa-masa muda kami dulu.
Ada kesan yang tertinggal saat ajak anak-anak nonton kali ini. Kelebihan beli tiket satu seat. Hahahahah....saking semangatnya kali.
Enjoy aja! Yang penting happy.
Tiket yang tersisa...
Saking semangat pengen nonton..😀😀