Kapankah kriteria langsing, tinggi semampai, putih, berambut lebat menjadi standar kecantikan seorang wanita?
Tidak lama! baru berumur lebih kurang 60-70 tahun saja. sebelum dunia fashion dan modeling muncul di dunia, cantik itu sungguh-sungguh subyektif.
Di Arab dan hindia bahkan sebahagian negara afghanistan dan pakistan saat ini misalnya. perempuan cantik adalah yang gemuk, bergerak seperlunya dan yang pintar melantunkan syair.
Di Cina, cantik itu adalah yang kakinya paling kecil di ukurannya. baju paling banyak lapisannya. dan berwajah kecil/ tirus kurus.
Pada eropa, perempuan yang cantik adalah yang bermuka bulat dengan rambut ikal. tubuhnya juga besar atawa gemuk.
Di Aceh sendiri, yang dikatakan cantik adalah yang berkulit langsat ataupun sawo matang. yang berkulit abu-abu ataupun merah seperti keturunan belanda maka dianggap jelek seperti hantu.panggilan itu mereka adalah jagat. yang berkulit kelabu.
Namun sekarang entah sejak kapan dunia termakan dengan program iklan yang di lakukan terus menerus sejak tahun 1950an hingga saat ini.
Bahwa yang cantik itu adalah yang putih, tinggi langsing, berambut hitam legam yang dengan muka tanpa noda sedikitpun.
Padahal jauh sebelum iklan tersebut muncul, setiap ras bahkan suku bangsa memiliki standar kecantikan sendiri termasuk pakaian cantik masing-masing.
Tapi atas nama ceruk pasar besar di kalangan wanita khususnya kosmetika dan fashion dunia maka definisi cantik menjadi sempit dan mahal.
benarlah kata orang bijak yang bersyair: seseorang yang tidak memiliki pandangan sendiri, maka akan mengikuti pandangan orang lain.
mereka yang tidak mampu mendefinisikan cantik berdasarkan pandangannya sendiri maka akan mengikuti definisi cantik dari orang-orang lain dengan tujuan tertentu.
Terimakasih sudah membaca!!!!