Banda Aceh - Banjir bandang yang menerjang Paya Tumpi dan sekitarnya, di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020) sore juga berimbas pada sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh, Jefri Rosiadi melalui Manager Komunikasi T Bahrul Halid dan Assistant Manager Manajemen Stakeholder Mukhtar Juned kepada menginformasikan, bencana banjir bandang tersebut telah menyebabkan terganggunya pelayanan listrik, ada 15 gardu listrik yang dipadamkan sementara (emergency), dengan jumlah pelanggan yang padam sekitar 1548 akibat banjir pada hari ini.
"Demi keselamatan warga yang sedang mengalami banjir bandang, maka jurusan tersebut terpaksa kita padamkan aliran listriknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tutur dia.
Langkah-langkah yang dilakukan PLN ULP Takengon ketika dan pascabanjir bandang Paya Tumpi, menurut Manager Komunikasi PLN Aceh, T Bahrul Halid antara lain melakukan pemadaman penyulang jurusan terdampak dengan jumlah gardu yang padam sebanyak 15 gardu dan melakukan pendataan aset distribusi yang rusak akibat bencana.
Per pukul 15.00 WIB, sejumlah wilayah yang dipadamkan adalah Desa Bukit Sama, Desa Paya Tumpi , Desa Kelupak Mata dan Desa Merie Satu.
Pada pukul 18.05 WIB lokasi yang padam dinormalkan secara bertahap dan pada pukul 18.20 WIB seluruh gardu sudah normal kembali, namun ada sekitar 20 rumah lagi yang masih diamankan karena akses ke lokasi belum bisa dijangkau akibat lumpur.
"Saat ini keseluruhan gardu Distribusi sudah normal kembali namun ada sekitar 20 pelanggan belum bisa kita nyalakan karena sulitnya menjangkau lokasi akibat lumpur masih tebal, namun petugas kita masih tetap siaga untuk antisipasi banjir susulan," tutupnya. (MJ)
All photos in this post using smartphone camera Samsung Galaxy Note 10+
Regards Steemit Indonesia Community
Komunitas Discord Steemit Indonesia
Komunitas Facebook Steemit Indonesia