Kaukah malaikat itu?
Yang muncul di hadapanku dalam wujud manusia dengan kelengkapan pancaindra. Dan sepasang sayap untuk mengepak dalam rupa tangan dengan ujung jari-jemari yang indah.
Kaukah malaikat itu?
Yang sengaja hadir dalam hidupku untuk mengirimkan larik-larik perasaan yang abstrak di dalam jiwa. Yang membuatku bagai terhirup dalam pusaran gelombang yang terpancar dari sepasang mata jernihmu. Mata yang memandang penuh tanda tanya.
Kaukah malaikat itu?
Yang memandangku malu-malu namun tetap kau ulurkan seliris senyum sebagai awal perkenalan kita. Senyum yang membuat hatiku bergetar. Hati seorang perempuan.
Kaukah malaikat itu?
Yang datang diantar petang. Yang pergi meninggalkan gugu hingga sepanjang malam. Bolehkah aku memelukmu suatu ketika nanti?[]