Surat ini ditulis oleh tangan kecil yang belum mengerti akan arti cinta, namun bahasanya begitu menggoda seolah dia telah jatuh dalam pelukan cinta.ini bukan surat cinta biasa yang sering dikirim oleh sang pencinta, ini adalah surat cinta yang luar biasa yang pernah ditulis oleh tangan kecil ini dan akan dikenang selamanya oleh yang di cinta.
Kalian para Saksi di dunia virtual....
Aku adalah seekor seureudeng balee yang sedang menunggu jemputan para ikan paus, aku tahu kalian sudah sering kali melihat ku di persimpangan ini, sebuah persimpangan yang penuh dengan cerita, gambar, kehidupan, dan berbagai urusan yang tertuliskan dijalan masing masing, tapi kenapa kalian hanya melirik tanpa melihat dengan jelas siapa aku, aku yakin kalian pura pura tidak melihatnya, hidup kalian sungguh pura pura seperti dunia kalian dunia virtual.
Aku tidak bisa menahan rasa marah ini dan akan aku tancapkan semua yang aku punya dipersimpangan ini, aku sangat marah tapi aku sangat mencintai kalian, bagiamana dua perasaan ini bisa bersatu dalam satu jiwa, hanya kalian yang tahu.
“Aku menulis namamu di langit, tapi awan menghapusnya. Aku menulis namamu di pantai, tapi ombak menghapusnya. Jadi, aku tulis namamu dihatiku agar tidak ada yang bisa menghapusnya.”
Kalian para saksi diluar sana.....
Tangan kecil ini tidak meminta untuk diberi, tapi dia mengharapkan agar kau menemuinya dan memberi penghargaan atas setiap persimpangan yang dia lalui, tangan itu akan selalu melambai ke arahmu, dan kamu, juga kamu, ya..kamu.
Harapanku jangan kalian merubah tangan kecil ini menjadi tangan raksasa, tapi biarlah tangan kecil ini tetap sebagai tangan kecil, yang harus kalian berikan adalah kekuatan besar yang bisa membuat tangan kecil ini menjadi pahlawan bagi tangan kecil lain yang masih lemah, aku tidak punya sesuatu saat ini, tapi aku punya hati untuk menulis kisah tangan kecil ini kepada kalian yang sudah punya segalanya.
Dengarkan aku sekali ini saja.
Bacalah surat cinta ini sekali saja.
Lalu kalian putuskan...
Aku hanya bisa berhenti di setiap persimpangan ini, kalianlah yang menentukan siapa yang berhak untuk masa depan ini.
Akhirnya kalian boleh marah kepadaku, tapi jangan pernah marah kepada tangan kecil ini, dia lah harapanku untuk menjadi sesuatu di dunia ini.