Awal kemunculan novelnya saya akui tidak begitu tertarik untuk membeli. Mengapa? Karena novel ini artis yang nulis, bahkan sampai buku keduanya diterbitkan, saya enggak punya alasan kuat untuk membacanya. Tetapi ada satu hal yang saya suka dari novel ini. Judulnya. Teman Tapi Menikah. Aahh... Jadi ingat duabelas tahun yang lalu. #lho?
Film Teman Tapi Menikah ini bertema Friendzone, udah tau dari judulnya dong. Film ini menjadi istimewa karena berangkat dari kisah nyata Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion. Kisah sepasang sahabat dari SMP yang saling memendam perasaan selama duabelas tahun.
Dari kacamata saya, film Teman Tapi Menikah, sangat membosankan. Menurut saya ada beberapa aspek yang terlalu hiperbola. Enggak ada yang salah sama kisah cinta Ayu dan Ditto. Tidak semua kisah cinta manusia begitu menarik untuk diceritakan, kan? Bagi saya, daya tarik film ini cuma ada di Adipati Dolken yang mampu berperan seperti Ditto, sementara Vanesha, saya enggak liat ada sosok Ayu di dalam dirinya. Vanesha masih ke Milea-Milea-an menurut saya.
Selain itu, kehadiran Sekala begitu dinantikan kemunculannya di dalam film. Saya malah menjadi sangat antusias ketika Ayu dan Ditto yang asli muncul di layar.
Saya lebih senang kalau Ditto dan Ayu beneran yang main. Sepanjang film pun saya cuma bisa menggerutu, apalagi pas adegan Adipati ngelamar Vanesha, bawaannya pengin gigit-gigit bangku!
Film ini saya beri 2 dari 5 bintang.