Janganlah kamu sakiti dia dengan hati dan perasaan, karena sekali hati terluka akan menimbulkan bekas yang meski telah diobati tetap masih ada bekasnya. Umpama, seseorang yang menancapkan sebuah paku besar di dinding. Dengan paku itu, maka dinding akan merasa terluka. Ketika seseorang tersebut berusaha untuk mengembalikan ke dalam situasi keadaan semula, supaya dinding tidak terluka, dicabutlah paku besar itu dari dinding. Namun apa yang terjadi, dinding masih menimbulkan bekas luka yang masih kita lihat. Dan setelah kita berusaha untuk memperbaikinya kembali dengan menambal luka dinding, kita masih tetap dapat melihat bekas tambalan luka.
Begitu juga dengan hati manusia, sekali terluka maka akan butuh waktu dan keikhlasan untuk bisa menyembuhkan lukanya. Tidak semua manusia bisa mudah memaafkan kesalahan yang dilakukan orang lain. Meskipun kita bisa melakukannya, tapi belum tentu orang lain bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Jika kamu pernah dilukai oleh orang lain, maka maafkanlah kesalahan orang lain tersebut. Karena jika kita memendamnya, kita seperti menumpuk sampah dalam hati kita. Ketika orang lain susah memaafkan kita, berdoalah pada Allah supaya pintu hatinya dibukakan. Mengingat hati sangat sensitif, maka jagalah lisan dan tingkah laku kita. Jangan sampai membuat hati orang lain terluka. Lebih baik gunakan waktu kita untuk banyak beribadah kepada Allah SWT dan bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat secara tepat dan benar.
Apalagi kita satu perahu, sedarah idiologi, satu tujuan untuk memajukan himpunan tercinta maka jagalah persatuan antar sesama apalagi kita dalam satu ikatan cinta agama yaitu islam, bagaikan roh dan jasad yang satu tanpa keduanya kita cuma bangkai hidup. Terus belajar saling menghargai dan mencintai "YAKUSA"