Anda seorang pecinta tentulah memiliki waktu termanis dan puisi yang ditulis oleh memberi stamina bagi saya untuk membaca berulang-ulang sampai akhirnya saya tertarik memilih puisi ini dimasukkan dalam rubrik Mata Penyair, ysng khusus membahas puisi-puisi yang ditulis oleh penulis lain, berikut link puisinya, https://busy.org/@fathuramien31/asyik-berpuisi-35-or-or-waktu-termanis-bagi-cinta
menuliskan bait pertamanya, cinta yang kualamatkan padamu, istriku/
cinta yang lahir dari dasar laut hatiku/cinta yang membangkitkan sumsum setiaku/dan meniadakan jantung raguku//
Langsung tepat sasaran bidikan yang dilancarkan , tentu yang menerima bait ini langsung klepek-klepek karena merasa kehadirannya dianggap sangat istimewa di mata seorang yang mencintainya.
Tak ada alasan untuk tidak bahagia dan melupakan segenap jalan duka yang pernah menyapa. Tampaknya begitu menguasai psikologi orang yang dicintainya sehingga tanpa ragu menyampaikan sketsa hatinya.
Layaknya pesilat handal dalam dunia persilatan, jurus andalan dikeluarkan guna memantapkan hati orang yang dicintainya bahwa cintanya tak main-main dan tak setengah-setengah maka ditulislah bait pamungkas puisi ini oleh penyair, bersamamu, istriku adalah waktu termanis dalam hidupku. Takkan pernah kulupa. Takkan pernah
Membaca utuh puisi ini dapat menambah referensi cinta bagi kita bahwa sejatinya waktu termanis adalah bersama istri/suami.
Barangkali teknik semacam ini sengaja dibagikan oleh penyair agar yang jomblo terinspirasi dan segera menikah sehingga lambat-laun gelar jomblo terhapus dari kehidupan yang penuh cinta dan berkah ini.
Madura, 23 September 2018