Sudah bekali-kali Bang mengajak saya untuk ikutan dalam pertemuan 1st KSI Nasional di Cimahi, Jawa Barat. Dari dua kali pertemuan kami, di kesempatan itu juga dia mengajak saya ikutan. Bang
juga bang
dan kak
mengajak untuk ikutan ke Bandung saat pertemuan mingguan Rabu malam di halaman Taman Ismail Marzuki.
Meski mereka tak memaksa, tapi saya membaca sinyal dari mereka kalau saya akan sangat rugi jika sampai tidak ikutan. Paling tidak itu yang saya rasakan saat mereka mengajak. Belakang ketika tahu ada banyak steemian hebat di acara tersebut bikin saya kian menyesal. Sebenarnya ada tugas yang harus saya lakukan sehingga tidak mungkin memaksakan hadir.
Dari sejumlah foto yang beredar pada teman-teman di grup #KSIJakarta beberapa senior yang saya kenal ikutan, salah satunya bang . Saya mengenal beliau ketika masih tinggal di Lhokseumawe, kota petro dolar di Utara Aceh. Meskipun saya baru tahu kalau beliau salah satu suhu di dunia steemit. Maklum, anak baru.
Saat pertemuan berlangsung di Cimahi, saya hanya melihat foto-foto yang diposting teman-teman yang mengikuti 1st meetup KSI Nasional. Menarik sekali rasanya, apalagi kalau bisa hadir langsung. Tapi yang saya nantikan bukan itu, namun hasil.
Syukurnya teman-teman steemit KSI Jakarta tak menunggu lama untuk berbagi. Karena itu yang jelas-jelas saya tunggu.
Dari banyak ulasan, beberapa yang saya tangkap betul supaya orang tertarik untuk memberikan komentar atau upvote hingga resteem.
- Fokus pada konten yang ingin disampaikan
Ini bisa jadi salah satu yang disukai oleh pembaca, sehingga bukan tidak mungkin akan menambah pundi-pundi yang ada. Tapi dari fokus tersebut, satu yang paling penting adalah Aktif. Bagaimana mungkin orang melirik postingan kita kalau kita tidak aktif juga fokus pada konten. - Tidak malas berkomentar
Ini bisa dibilang sebagai penyakit yang saya sendiri alami di awal menulis di steemit. Saya cenderung enggan berkomentar. Ada pula yang memberi komentar, namun hanya menulis singkat; mantap gan, lanjut, bertus dan lainnya. Berkomentarlah yang baik, sehingga suhu-suhu itu mau berkunjung ke akun kita dan memberi vote. - Manfaatkan Engkol Kosong yang ada
Sebagai pemilik akun dengan reputasi rendah, saya sadar betul kalau upvote yang saya berikan tidak memiliki nilai sama sekali. Atau juga bisa dibilang hanya 0,01, nilai yang nggemesin. Tapi ini juga jadi salah satu tanda kalau kita mengapresiasi tulisan dari orang lain. Jadi jangan sungkan untuk Engkol Kosong ya.
Setidaknya itu jadi modal untuk anak bagi seperti saya. Karena steemit jelas membuat atau juga sedikit memaksa kita untuk sering-sering bersosial di dalamnya.
Satu lagi, saya berharap segera digelar 2nd Meetup KSI Nasional. Karena agenda ini benar-benar saya tunggu, di samping saya menyesali ketidakhadiran saya di pertemuan pertama kemarin.