Kak standup comedy dadakan. Ini karena namanya dipanggil untuk berbira pada malam 1st Meet Up National dari Komunitas Steemit Indonesia.
Kak adalah kurator OCD. Dia seakan-akan leader yang menjaga semangat
. Sebagai kakak kami, usahanya menghimpun
dalam 1st Meet Up National luar biasa. Serius pake full.
Tanpa sadar, kak menyampaikan beberapa kisah peserta 1st Meet Up National;
Kak mengatakan bahwa dia dihubungi oleh perwakilan peserta. Karena sudah tiba di bandara. Padahal acara belum mulai.
Dengan keseriusan dan keteguhan hati. Kak membawa dua mobil dengan tujuan mengangkut calon peserta 1st Meet Up National.
Pas nyampe di bandara, yang kelihatan cuma satu orang. Loh mana belasan lain? Ternyata mereka pergi belanja. Hahaha asem bangets.
Bayangkan paniknya kak ? Tapi engga masalah. Emang kakak baik bangets.
Selain itu. Ada peserta yang nekat luar biasa. Bayangkan saja. Datang ke Bandung hanya dengan pakaian di badan? Nekat engga loh.
Bisa puyeng para panitia. Namun dengan santai. Sang peserta bilang tenang kak , masih ada SBD. Mantap betul.
Pergi dengan pakaian yang melekat di badan. Terus belanja pakaian di Jakarta. Bisa dibayangkan berapa jumlah SBD yang diperolehnya dari steemit.com
Dari dia. Teman terdekatku juga bisa ke Cimahi, Jawa Barat dengan SBD. karena masih newbe. Tidak banyak SBD yang diperolehnya. Namun, berbekal transferan Rp. 400.000 bisa lah dari Jakarta menuju Cimahi. Khusus ini saya sebutkan namanya, bang
Saat kak mengingat-ingat kelucuan dan kenekatan peserta. Tiba-tiba ada yang memotong pembicaraan. Dengan pedenya menyahut tenang, masih ada 100 SBD lagi kak. Wow, besar nian penghasilannya.
#Menghidupkan Air Panas
Terus. Peserta yang pada nekat itu masuk ke villa. Dengan gaya santai. Kak mengatakan "sebaiknya mandi dulu".
Mendengar kata itu. Sebagian peserta tertawa. "Lah udah bau, seharian engga mandi."
Tapi, diantara peserta yang siap ngantri untuk mandi. Ada yang bertanya kepada kak
Dengan kepolosannya yang membuat kak tertawa adalah pertanyaan "Kak bagaimana bisa mandi air hangat?" Bukannya kesal, kakak baik kita malah tertawa.
Tawanya makin tidak tertahan saat ada menyusul pertanyaan. "Bagaimana mau mengihidupkan air hangatnya kak?" Sontak semua ikut tertawa mendengar penuturan kak
Bahkan ada yang memotong pembicaraanya dengan kalimat "Kak, dirumahnya biasa airnya dimasak ditungku baru dicampur dengan air dingin. Itu kalau mau mandi air hangat."
Aku juga tertawa. Bahkan sangat keras. Bukan hanya lucu. Juga tidak berniat mengejek mereka yang pertama kali naik pesawat, bertanya tentang air hangat dan sebagainya.
Dahulu, lupa kapan waktunya. Saya adalah anak kampung. Dari Pasaman ke Kota Padang. Entah apa dahulu acara yang ku ikuti. Yang pasti aku ke Padang.
Habis acara, tidak ada uang untuk beli tiket bus Padang - Lubuksikaping (Pasaman). Saya pun mendatangi senior. Atas arahannya, saya diperintah mengikuti agenda pelatihan di Hotel Pangeran, belakang Pasar Raya, Kota Padang.
Dengan serius, saya pun berangkat ke Hotel yang dimaksud. Setalah mendaftar sebagai peserta. Panitia memberikan nomor kamar. Aku pun melangkahkan kaki dengan pasti.
Ku masuki lift. Lalu menekan tombol sesuai lantai dimana kamarku berada. Sebenarnya, baru itu aku naik lift. Hahahahaha.
Setelah sampai, aku pun keluar lift dan mencari kamar. Ketemulah pintu kamarnya. Ku lihat ada kotak hitam sebelah gagang pintu. Dengan simbol tempat menempelkan kunci.
Tunggu dulu. Kunci yang ada ditanganku. Bukanlah kunci yang biasa. Tetapi, bentuknya seperti kartu ATM. Lalu kutempelkan kartu tersebut. Warna yang muncul adalah merah. Tandanya salah. Ku coba berulang kali. Yaa ampun. Mau masuk kamar hotel saja, aku pun tak tahu caranya.
Dengan cukup malu. Aku menunggu ada orang yang lewat. Eh kebetulan sekali. Ada cleaning service. Dengan suara pelan dan kepala menunduk ke bawah. Ku tanyakan, "bang, bagaimana cara membuka kamar?" Tanyaku kepada laki-laki yang usianya sebenarnya jauh dibawahku (anak SMK yang lagi magang).
Dengan senyum yang tertahan. Karena tahu aku baru pertama kali masuk ke hotel. Dia pun menunjukkan bagaimana kunci ditempel dan warna hijau muncul.
Sebelum pergi dia bertanya "baru sekali masuk hotel ya bang?". "Iya," jawabku. Kemudian dia pun pergi.
Setelah masuk ke kamar hotel. Dan meletakkan kunci pada tempatnya. Agar semua aliran listrik menyala. Aku pun melompat dan merebahkan tubuh ke atas kasur.
Setelah itu, ku lihat ada TV yang begitu besar. Niat hati ingin menonton. Apa daya? Tidak tahu cara menyalakan TV. semua sisi TV sudah ku elus bagai mengelus sesuatu yang indah. Dengan perhatian berjam-jam. Barulah terlihat bahwa tombol power ada di sisi depan, sudut kanan bagian bawah. Lah, ini TV kagak pake tombol, tapi layar sentuh.
Sedikit kesal, aku lepaskan semua pakaian. Lalu menuju kamar mandi. Masalah yang sama dengan cerita kak pun muncul. Bagaimana caranya membuat air keluar dari tempatnya.
Setelah ku utak-atik. Akhirnya keluar air. Tapi sialnya. Aku salah mengarahkan gagang pengatur air. Ku arahkan ke simbol merah dengan harapan mendapatkan air yang sedikit hangat.
Namun, yang air yang menghujani kulitku bukan lah air hangat. Melainkan air panas. "Aaahhh" teriakku. Benar-benar sial. Mandi pun susah. Alamak.
Jadi, pada intinya. Aku bukan tertawa hanya karena lelucon kak . tetapi, tawaku lahir akibat kenangan pertama tidur di hotel juga begitu. Jadi maklum lah.
Masih banyak cerita lucu lainnya. Meskipun tulisan ini tidak bisa membuat pembaca tertawa. Tugasku hanya mengingatkan. Jangan pernah malu kawan. Karena aku juga pernah mengalami kisah yang sama.
mari berbagi kisah lucu