Ada sensasi yang begitu menarik pada saat malam keakraban 1st Steemit Meet Up Nasional di Cimahi, Bandung, Jawa Barat tempo hari, yang menghadirkan steemian dari seluruh Indonesia. Sensasi itu adalah makan rame-rame di atas daun pisang, disebut juga makan Nasi Liwet.
Sensasi yang ditemukan tentu saja selain rasa kebersamaan kita itu, makan bareng di atas daun pisang juga konon katanya dapat menghilangkan sekat-sekat jabatan seseorang. Dengan duduk sama rendah, saya secara pribadi merasakan kekeluargaan pada malam keakraban itu. Euforia kebersamaan begitu kental dan terasa.
Misalnya saat masih ada orang yang belum dapat makan, kita bersama-sama mengajak dia duduk di samping kita sambil menggeser diri sedikit agar ada ruang lain yang bisa ditempati.
Tentu saja hal ini sangat menarik. Saya terakhir makan bareng di atas daun pisang ini saat ada satu kegiatan diskusi sastra di Jakarta. Di acara sastra itu, sensasi yang sama juga saya dapatkan di 1st Steemit Meet Up Nasional.
Malam itu setelah makan, kita dihibur pula oleh band etnic asal Aceh, yang digawangi salah satu pentolan komunitas sastra Jeuneurob,
yang makin membuat acara lebih bergairah dan meriah.
Selanjutanya, acara diisi dengan pembacaan puisi oleh Pak berduet dengan
. Pembacaan puisi diiringi petikan gitar
, yang menambah seru kegiatan 1st Steemit Meet Up Nasional itu.
Tak sampai di situ, acara berlanjut dengan stand up comedy dadakan yang disampaikan , slaah satu steemian senior yang juga wartawan sekaligus penulis novel.
Acara belum berakhir. Setelah Bang turun panggung, mic yang dikuasai
menjadi liar dan menghebohkan. Dengan halus, Mc dadakan itu meminta kak
untuk juga tampil.
Awalnya meminta kak
untuk bernyanyi, tapi ditolak. Namun, agar para steemian tak kecewa, kak
akhirnya maju juga. Dia menjadi stand up comedy dadakan yang bisa dibilang lihai memanfaatkan moment, bercerita tentang tingkah laku steemian Aceh yang membuat semua steemian yang hadir di sana terpingkal-pingkal dengan ceritanya.
Selanjutnya, acara nyaris selesai sebelum menggulirkan nama saya untuk maju ke panggung. Pak
awalnya mengusulkan agar saya baca puisi, tapi vocalis
itu bilang, baca puisi sudah biasa saya lakukan. Sebaiknya saya bernyanyi. Akhirnya, saya maju dan membawakan satu buah lagu puisi (musikalisasi puisi) karya Nanang Ribut Supriyatin yang berjudul Katarsis. Aransment ini saya buat sendiri saat masih aktif di Komunitas Saatra Indonesia (KSI) Tangerang Selatan.
Baik, jika berkenan, silakan tonton videonya di sini:
KSI Chapter Jakarta
Akun Grup Whastapp:
(https://chat.whatsapp.com/6nntswYesuq6kjUdshNXTk)
Buat Steemian yang merasa dirinya telah membuat akun di steemit.com tapi belum tergabung dalam KSI ChapterJakarta, silakan follow link GrupWhatsapp di atas. Link tersebut akan langsung mengintergrasi Steemian ke dalam grup.
Setelah tergabung di dalam grup, silakan isi poin di bawah ini:
Perkenalan diri singkat:
Nama akun:
Facebook:
Twitter:
IG:
Atau, bisa pula menghubungi kami di 081269404123 (Whatsapp).
Steemian Jakarta, GO!
▶️ DTube
▶️ IPFS