Banyak sekali kejadian lucu terjadi mulai dari sebelum acara bahkan terus lanjut setelah beberapa hari acara usai. Mulai dari yang tidak tahu bagaimana menyalakan air di kamar mandi, sampai banyak yang tak mau balik Aceh karena belum menemukan jawaban mengapa perempuan Bandung itu putih-putih. Sudah dijwab karena ketiaknya bersih pun masih penasaran! Hahaha….
Kejadian lucu berawal ketika mengontak saya lewat WhatsApp. Dia bertanya saya mau oleh-oleh apa. Saya bilang, tidak usah bawa apa-apa, yang penting datang saja. Di Bandung belanjaan banyak dan segala ada, tidak perlu repot-repot. Malah saya sarankan dia untuk membawa koper kosong saja, biar pulangnya bisa diisi barang belanjaan dan oleh-oleh untuk istri dan anaknya. Eh, beneran loh! Dia benar-benar niat belanja! Malah kepikiran bawa barang jualan ke Aceh! Susah, deh, pedagang! Nggak bisa lihat barang murah!!!
Yang kacau adalah ketika saya kehilangan sejumlah rombongan, yang sekarang mendapat sebutan pasukan huda hudu oleh kak (https://steemit.com/indonesia/@alaikaabdullah/ksi-national-meet-up-pasukan-huda-hudu-the-kocak-edition) atau pasukan walangsangit13 (karena tak mau kalah dengan
dan
). Pasukan ini hilang saja begitu sampai di airport, dan entah sudah pergi ke mana, padahal
dan
sudah memberikan laporan kedatangan mereka. Panik, dong! Apa kata ibu mereka kalau saya ditanya?! Masa jawabnya mereka hilang di antara perempuan Bandung! Walaupun mereka happy, tapi teuteup saja bikin panik! Hahaha…
Setelah ditelisik ternyata mereka sudah pergi berbelanja. Hasrat untuk membeli pakaian dalam, karena ada yang lupa bawa pakaian ke Bandung, tidak bisa dibendung. Apalagi sudah terbayang di pelupuk mata akan berjumpa dengan “Neng Geulis Mojang Priangan” yang terkenal cantik-cantik itu. Masa nggak pakai celana dalam, ya?! Betul nggak ?! Ooopppssss!!!
Mereka pun sudah langsung menghilang dan ditemukan di Jalan Dago, Bandung... Foto: Group WA.
Pasukan yang saya jemput, dari rombongan gamers ,
,
,
,
,
,
,,
,
,
pun tidak kalah membuat perut saya sakit. Menjelang subuh, tahu-tahu mereka berlarian keluar dari villa. “Kak apa ada gerhana atau gempa?”, tanya mereka dengan wajah kebingungan. Saya pun bingung, karena tak ada apa-apa, tapi mengapa mereka nampak kebingungan?! Jadi sama-sama bingung, kan?! Tak tahunya, karena adzan shalat malam yang biasa dikumandangkan di Bandung sebelum subuh. Kalau di Aceh, lain ceritanya, ada adzan sebelum subuh berarti memang ada gerhana atau gempa. Ada-ada saja!!!
Esok harinya mereka pun pergi berbelanja dan pergi keliling Bandung. Rasanya terharu sekali ketika meminta ijin untuk menonton di bioskop. Tentunya saya ijinkan, daripada menyesal tidak pernah nonton di bioskop sama sekali, mumpung ada kesempatan, kenapa tidak?! Yah, maklum, di Aceh memang tidak ada bioskop sama sekali, jadi pasti akan sangat berarti sekali bagi mereka untuk bisa merasakan asyiknya nonton di bioskop.
Nah, ketika pulang, ini yang lucu! Wajah mereka begitu ceria! Jodi bercerita dia habis belanja celana, “Dapat celana 245 ribu, kak! Tapi dapatnya empat potong!!!”. Walah, murah amat, yah! Bisa saja mereka berbelanja! Saya sendiri yang di Bandung tidak tahu di mana bisa belanja celana segitu murahnya! Jadilah kemudian mereka pakai pakaian serba baru, sampai sepatu pun baru juga! Gaya banget!!!
Pasukan gamers yang gaya habis!!!
Sewaktu acara, saya memang agak sedikit pusing karena banyak yang hilang-hilangan. Nggak kuat lihat toko dan tempat untuk makan. Baru sampai di Pendopo DPRD Kota Cimahi pun, pada hilang lagi. Di sana memang depan alun-alun kota Cimahi dan banyak sekali pertokoan. Saya pikir hanya ibu-ibu yang akan hilang, ternyata para pria tua muda pun ikutan hilang, loh!!! Jadi mikir, ini orang-orang habis tukar berapa banyak Steem dan SBD, ya?! Tajir amat! Kok, nggak bagi-bagi saya?! Hahaha….
Sebelum acara itu pun saya sudah sangat panik karena dan istrinya belum sampai juga! Aduh bagaimana bila mereka tidak datang, padahal
kan harus jadi salah satu pembicara. Bisa repot, deh! Untung akhirnya mereka datang tepat pada waktunya. Lain kali jangan bikin saya jantungan ya, dik!
Nah, malam kekerabatan menjadi puncak segala kebanyolan yang terjadi. Kembali ke , kami pun sempat terduduk mojok berdua akibat kekenyangan! Perut sudah mbulet, makin mbulet lagi rasanya!!! Untung ada perbandingan perut Bang
dan
. Jadinya agak lega sedikit! Hihihi….
Yang membuat saya terkejut adalah . Gimana ceritanya dia tiba-tiba sudah asyik saja merekam video dan jeprat-jepret acara malam itu. Perasaan dia tidak ada, dan katanya memang ketinggalan pesawat sehingga harus menyusul. Jangan-jangan dia itu makhluk yang punya kekuatan khusus. Saya sampai tidak mau mikir lagi, bagaimana dia tiba-tiba saja ada di villa malam itu. Yang penting dia masih injak tanah, itu sudah cukup, deh!!!
Malam kekerabatan itu sungguh sangat membuat bahagia semua. Rasanya lepas dan hilang semua lelah yang ada. Rasanya senang sekali melihat semua tertawa dan bernyanyi bersama. Thanks to dan termasuk
perjuangannya, yaitu
,
, juga bang
,
,
, dan bang
yang sudah memeriahkan acara. Yang heboh sih, teuteup, siapa lagi kalau bukan pasukan huda hudu dan gamers. Bahagia itu benar terasa!!!

dan perjuangan tampil bersama... Foto:
Yang paling kacau justru keesokan harinya. Saya bangun terlambat, dan begitu bangun saya melihat pesan di WhatsApp. Bang menulis, “Cepat ke villa,
sedang menangis di pinggir kolam!” Alamak! Siapa yang sudah sejahat itu sampai bisa membuat
menangis?! Sudah sebesar itu, bisa menangis pula! Ampun, dah!!! Akhirnya saya pun buru-buru mandi dan segera ngebut ke villa, yang untungnya tidak jauh dari rumah. Ternyata
ditinggal oleh
ke Lembang. Memang keterlaluan adik kecil satu itu! Bisa-bisanya meninggalkan abangndanya sendirian. Ckckck…. Flag!!! Hahaha….
sampai ngebecak gara-gara ditinggal... Foto : dari group WA.
Dan ini yang siap-siap diflag karena meninggalkan ... Foto: dari Group WA.
Kekerabatan dan keakraban itu sungguh luar biasa. Para anggota KSI Chapter Bandung pun semangat sekali belajar bahasa Aceh saat ini, agar benar bisa berbaur dengan para saudara mereka di Steemian Aceh yang memang paling banyak jumlahnya. Selain itu juga supaya bisa lebih meresapi lagu-lagu yang sudah membuat semua bisa merasa senang dan bahagia. Tidak mau kalah, pasukan huda hudu pun jadi rajin banget belajar bahasa Sunda. “Neng geulis, kumaha? Iyeu aa ti Aceh!” Halagh! Hahaha….
Kacau-kacau! Sekarang lebih baik kita nyanyi aja yuk, lagu Mona dari … “Barvon! Ijih galak keu loen, Loen galak keu gata! Gata galak keu goep, Goep nyan galak keu goep loem!!!” Ayo tarik Aa!!!
Bandung, 25 Februari 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis