Beliau adalah merupakan dianya yang sebuah pasal bermula yang dianya berdiri akan di tengah yang juah itu
Tidak dinyana lagi Pidie melahirkan banyak sekali tokoh sejak jaman purba kala, Tokoh-tokoh Pidie menurut legenda turut andil dalam membunuh Laut Mati (Deadsea, Yordania) dan mengecat Laut Merah (Red sea, lupa dimana). Kalau dikaji lebih jauh orang Aceh juga sudah menjadi asisten konsultan pembuatan piramida Mesir, Stonehenge di Inggris yang merupakan gugusan batu purbakala, terinspirasi dari pembuatan itu, masyarakat Aceh sebagian kecil masih suka main batu sampai sekarang- dan ikut andil menjadi jin saat pembuatan candi Borobudur di Jogja. –Boro-boro buat candi, jak u Banda manteng dari Pidie jameun payah siuroe si malam-.
foto kop surat KSI Chapter Pidie karya
, maaf tak ada hubungannya sama postingan ini.
Tokoh Pidie jaman dahulu misalnya Tgk Daod Beureueh, pria pertama yang memiliki mobil di Aceh, kemudian Hasan Tiro, yang menjadi tokoh Peubeubedeh,Peubluet mata Ureng Aceh tokoh yang membuka mata kita semua, betapa mulia orang Aceh sebenarnya.
Bersama Tokoh Masyarakat Pidie
Tokoh Pidie yang masih hidup zaman sekarang selain saya adalah Muzammil Hasballah, Teuku Wisnu, Nova Eliza, Riazul Iqbal Pauleta, Ustad Amri Fatmi, Apa Karya, Ikhsan Effendi, Nurlif Efendi, Zaini Abdullah dan ketua KSI Pidie .
Karena tanpa riset yang panjang tentang nama-nama tokoh di Pidie, jadi mohon maaf kalau nanti postingan ini lebih banyak salah daripada benarnya.
Pidie menyumbang pedagang terbesar ke-3 di Indonesia, ini tak ada datanya, karena saya tak sempat ke Pustaka dan internet karena lagi sedang akan menyikat kamar mandi, menyapu kamar dan menjemur kasur demi untuk para steemians yang mungkin datang kerumah untuk menumpang mandi karena di ladang dan sawah sedang kering sumurnya.
Masyakarat Pidie ke pulau-pulau di Indonesia untuk berdagang. Seperti para Cina dan Bugis dan juga Padang. Tapi saya karena tidak ke banyak pulau di Indonesia, saya cerita di Sumatra saja. Dan karena pulau sumatra saya jelajahi sampai Padang saja. –Itupun Padang Tiji- maka saya cerita saja kebiasaan masyarakat Pidie di Aceh.
Tim Lapangan Ikat Spanduk dan Backdrop.
dan tahu lah siapa satu lagi itu
Di setiap daerah di Aceh, ada orang Pidienya. Biasanya ya seperti saya bahas di atas tadi kami Pidians, maksud ke suatu daerah adalah berdagang. Berdagang menurut kamus adalah berarti tidak tidur semalaman. Perdagangan yang kami jejaki adalah jual beli, eh.maksud saya apa saja yang bisa dijual dan dibeli. Dominannya sih kedai runcit/kedai kelontong dan kuliner seperti mie dan marbatak. Ups... maksud saya martabak.
Pidie diberi rahmah oleh Allah dengan sifat yang mudah bergaul dan mengamalkan prinsip hadih maja, ureng Aceh menye hana tupeh, boh kreh jeut taraba, menye ka tupeh, bu lubeh han geupuetaba. Jadi Pidie sebisa mungkin tidak bersinggungan/membuat marah/menyebalkan dan meresahkan orang lain ketika berada di suatu daerah.
Hai... saya mau cerita soal , kok sudah lari kemana-mana ini? Baik, kita mulai. Saya berkenalan dengan Syah Reza sejak bangku kuliah, bukan di atas bangku tapi kenalannya, karena kami beda kampus. Dia Aktivis UNIGHA sedangkan saya pasif di UIN Ar-Raniry, kalau lagi ada batere saja saya aktif.
Tersangka Berada di Sebalah kiri
Saya dikenalkan oleh . Sejak jaman Poker kami sudah duduk di Taufik Kopi, sebagian dari kopi yang saya minum dibayar oleh pak Ketua KSI Pidie ini. Beliau punya suara lantang di kedai ini dan suaranya didengar, walaupun waktu pemilu tetap dikira satu suara.
Kemudian beralih ke jaman Ludo di warung kopi kami dilibatkan dalam acara-acara daerah, beliau sering menjadi MC sedangkan saya bagian angkat-angkat kursi. Kami pernah ‘dipakai’ oleh Aceh Institute untuk acara diskusi antar Paslon Bupati, saya jadi notula, beliau masih juga jadi MC, memang gak maju-maju jabatannya.
Lalu terakhir kali beliau terpilih jadi ketua KSI Pidie secara aklamasi, beliau sudah beraudiensi dengan wakil bupati untuk meminta dukungan untuk acara kita besok, juga beraudiensi dengan untuk urusan membuat spanduk, sedangkan saya mengurus bagian tenda.
Steemians Pidie
Ketokohan beliau sudah muncul sejak muda, saat kuliah beliau menjadi orator di demo-demo UNIGHA, saya tak tahu karena kuliah di UIN, saya cuma dengar-dengar saja, entah iya entah tidak.Kalau keberanian, beliau adalah orang pemberani, didukung oleh badannya yang besar beliau selalu membunuh nyamuk yang berani menggigit beliau.
Beliau dikenal oleh warga Keumbang Tanjong Khususnya dan warga Pidie pada umumnya karena sering tampil di acara-acara kabupaten sebagai Master of Ceremony (MC), ini kayaknya sudah saya bilang tadi. Saya mencoba membahas yang lain.
Kemahiran beliau diatas rata-rata orang Pidie, dari berdiri di depan (public speaking) dan meulop (mudah akrab dengan berbagai kalangan) tidak termasuk kalangan jin, ini kita batasi sesama makhluk saja, maksud saya sesama manusia.
Jadi besok beliau akan membuka acara jam 14.00 saya tetap bagian angkat-angkat kursi, kami tunggu kehadiran steemians di Sigli.
Dari Pantai Pelangi sambil pasang back drop, Saya Riazul Iqbal, Melaporkan!