Ada beberapa pertanyaan besar yang ingin saya hadirkan kepada Steemian
1. Kenapa aplikasi media sosial Twitter, Facebook, Instagram, dan Steemit bukan ditemukan dan diciptakan oleh kaum sosialis?
2. Kemudian apa yang dikerjakan kaum Sosialis? Merencanakan perebutan kekuasaan dan redistribusi asset?
3. Mengapa kata-kata Kaum Sosialis menjadi nama keren bagi segerombolan perampok dan parasit?
Muara dari semua usaha manusia adalah kemakmuran bersama. Kaum Sosialis memilih jalan paling jauh memutar dan lebih sering lupa dengan tujuan.
| Komunisme | pajak 100% |
| Sosialisme | Pajak 50-70% |
| Kapitalisme | Pajak 12% |
Inflasi yang tinggi adalah penghancuran daya beli, pemiskinan. Efeknya sama dengan pengenaan pajak dengan sangat tinggi. Hanya pemerintah yang mampu melakukannya.Kita masih bisa bersembunyi dari pajak, tetapi sangat sulit menghindar dari efek inflasi, selama berada di negeri tersebut. Di inflasi 2-3% kita bisa meminta atasan untuk kenaikan gaji 5% dan bisa dipenuhi. Lebih sulit di inflasi 15% kita meminta kenaikan gaji 18%. Dan akan lebih mustahil lagi pada >20% . Sebab itulah inflasi bersifat memiskinkan, karena harga bergerak naik lebih cepat daripada gaji. Daya beli terkuras dan ekonomi melambat.
Dalam hiperinflasi , korban terbesar adalah masyarakat kelas menengah. Orang kaya bisa mengungsi dengan cara beli emas. Orang miskin dengan cara balik ke kampung. Ketika masyarakat kelas menengah lenyap, otomatis hilang pula roh demokrasi. Yang muncul adalah Demokrasi Zombie, di mana suara dibeli via uang dan janji. Apakah kita mulai merasakannya sekarang? Masyarakat kelas menengah itu terlalu mahal buat disogok dengan uang dan terlalu banyak untuk dibungkam. Mayoritas pajak mereka yang bayar. Masyarakat kelas menengah juga kritis, tidak gampang percaya janji-janji sosialisme, karena mereka tahu siapa yang harus bayar ongkosnya. Pada masa Orde Baru, kelas menengah memberi manfaat dalam pemasokan ilmu pengetahuan.
Kapitalis mana yang pajaknya 12%? Tax Hongkong dan Singapore sekitar 12%. Dalam kapitalisme mereka menduduki ranking 1 dan 2 di dunia. Masyarakat kelas atas ngemplang pajakkah? Kelas atas dan korporasi, mereka sanggup membayar lawyer untuk tweaking pajak.