Selamat sore sahabat steemians. Semoga selalu dalam rahmat dan lindungan-Nya. Beberapa hari yang lalu saya sudah pernah menyingung masalah sifat malu yang menjadi benteng keimanan kita. Kali ini pembahasan masih berkaitan juda dengan sifat malu tersebut. Memang benar sifat malu tersebut merupakan pertahanan untuk keimanan kita, tetapi jangan sampai salah juga dalam penempatan sifat malu tersebut dalam kehidupan ini.

Sahabat steemians,
sifat malu adalah keharusan bagi semua kita insan. Karena dengan sifat malu itulah kita terjaga, seperti yang telah saya paparkan di artikel sebelumnya, malu kepada siapa? Malu kepada Sang Khalik. Yaitu malu dalam segi melakukan perbuatan keji, mungkar, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Tetapi bukan malu dalam beribadah, bukan malu dalam bekerja, bukan malu berkarya.
Seseorang akan menuai kesuksesannya, jika sifat malu itu dikesampingkan olehnya, seperti seseorang yang bekerja di tempat sedikit kotor, saya tidak menyebutkan pekerjaan detailnya di sini. Karena ini merupakan pekerjaan seseorang yang banting tulang mencari rezeki untuk keluarganya. Biar orang berkata apa, diejek atau lain-lain. Tetapi disisi Sang Pencipta ia sangatlah mulia karena yang dia cari tidak melanggar dengan syariat Allah.
Sumber Gambar
Contoh lain, seseorang yang malu untuk bekarya alasan karena karyanya jelak, tidak diminati banyak orang dan lain-lain. Ini sampai kapapun tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya, ia akan terus terkurung dengan sifat malunya itu karena salah penempatan. Terkadang orang berfikir bahwa pekerjaan itu rendah dan bawahan, sehingga banyak cemohan dari orang-orang sekeliling, akan tetapi coba kita ambil sedikit manfaat yang kita lakukan dalam bekerja, semua keringat kita sehari-hari untuk biaya yang kita dapatkan secara halal.

Jadi untuk apa malu melakukan hal yang tidak melanggar dengan syariat-Nya?

Jika memang pekerjaan itu benar, baik disisi Allah maupun manusia kenapa harus malu. Jangan sampai salah penempatkan sifat malu, karena malu ada dua pembagian, sebagai berikut;
Sumber Gambar
Malu terpuji adalah malu yang mengarah kepada kebaikan, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, seperti malu meninggalkan solat, zakat, puasa, mencela, zina dan lain-lain. Dan yang perlu kita hindari adalah malu tercela. Yaitu malu melakukan mencegah perbuatam keji dan mungkar, seperti ;
- Malu Berdakwah
- Malu Belajar atau Menuntut Ilmu
- Malu Menutup Aurat layaknya Seorang Muslimah, dan lain-lain sebagainya
Ingatlah Wahai Sahabatku
Sahabatku sekalian, tanamlah sifat malu dalam diri kita, dan jangan juga salah penempatan sifat tersebut, karena kelak membuat dirimu celaka.
Semoga dengan sedikit tulisan hari ini bisa bermanfaat untuk semua, dan ucapan terima kasih saya kepasa seluruh steemian yang telah mensupport dan memotivasi saya selama dalam dunia steemit ini.
Terima kasih atas kunjungannya di blog sederhana ini 🙏

Bustanur Rahmah
Steemit | @bustanun
Aceh - Indonesia
Senin 16 April 2018


