Dulu waktu masih di sekolah menengah pertama saya sempat ikut Pramuka. Saya senang sekali karena dalam seminggu kami mendapat dua kali latihan. Ada banyak hal yang diajarkan sebagai Pramuka cilik yang disebut dengan Penggalang. Tetapi dari semua itu yang paling saya sukai adalah ketika ada kegiatan yang disebut dengan ‘Rintang Alam’. Kegiatan ini adalah untuk melatih kekompakan kelompok dalam melewati berbagai rintangan di alam bebas.
Kini saya saya benar-benar merasakan hal itu sebagai bekal untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan nyata. Walau hal itu sudah terjadi puluhan tahun silam, namun ‘manisnya’ masih terasa hingga sekarang.
Karena sempat menikmati pendidikan dan pelatihan sebagai Pramuka, makanya saya suka sekali jika sekarang melihat ada anak-anak Pramuka yang sedang berlatih atau berkemah. Saya jadi mengingat pengalaman pribadi yang saya rasakan di tahun 1987 hingga 1988. Saya juga menyarankan anak-anak saya saat di bangku SMP untuk mengambil ekstrakurikuler Pramuka.
Pramuka mengajarkan pentingnya saling mendukung satu sama lain. Pramuka mengajarkan hidup akan terasa lebih mudah, bila dalam satu tim itu memiliki kekompakan. Pramuka mengajarkan betapa beartinya sebuah komunitas. Seseorang akan sulit dalam menghadapi hidup ini bila dilakukan sendiri-sendiri. Sebaliknya akan lebih mudah bila dikerjakan secara berkelompok atau secara bersama-sama.
Anak Pramuka juga dilatih untuk menghadapi hal-hal sulit, hal-hal yang tak terduga dalam hidupnya. Karena itu ada kalimat motivasi di tengah anak-anak Pramuka, bahwa anak Pramuka tidak pernah terkejut karena tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi.
Pramuka benar-benar mengajarkan arti kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan dan semangat pantang menyerah. Tak salah, bila kita semua mengajarkan mereka hal-hal penting tersebut. Agar anak-anak ini kelak tumbuh dalam jiwa dan semangat yang memahami benar arti tanggung jawab teradap sesamanya.