Melihat Lagi Masa Lalu
Franchise Insidious menurutku adalah salah satu franchise horor yang bagus. Datang pertama kali dengan judul Insidous (FilmDistrict, 2010), yang memperkenalkan Elise Rainier (Lin Shaye) sebagai seorang cenayang perempuan berusia 50an yang menggunakan kemampuannya untuk membantu keluarga Lambert dan tiga anak mereka yang merasa diganggu oleh makhluk ghaib di rumah baru mereka. Elise dibantu oleh dua orang asistennya, Steven "Specs" (Leigh Whannel) dan Tucker (Angus Sampson).
Kehadiran seri pertama Insidious ini benar-benar seperti mengobati kehausanku akan sebuah tontonan horor yang berkualitas. Saat itu aku berharap, mereka akan membuat kelanjutan untuk film ini, dan akan semakin banyak hadir sineas-sineas horor yang menghasilkan karya-karya berkualitas di tengah makin berkembangnya kegairahan Hollywood memproduksi film-film superhero.
Benar adanya, sebuah kelanjutan dihadirkan dengan Insidious: Chapter 2 (FilmDistrict, 2013), lalu sequel berikutnya dihadirkan dengan judul Insidious: Chapter 3 (Focus Features, 2015) di mana sekaligus menjadi filem pertama yang disutradarai Whannel. Jarang ada sequel yang memenuhi ekspektasi, tetapi kedua kelanjutan Insidious benar-benar menghibur dan menambah kredit kepada franchise.
Franchise Insidious adalah buah karya dari Leigh Whannell, seorang penulis naskah, produser, sutradara, aktor (Whannell turut bermain dalam filem-filem Insidious). Dia juga telah menciptakan karya-karya sinema lain seumpama franchise Saw (bersama sutradara James Wan, di mana dia juga terlibat berakting) yang juga memiliki basis penggemarnya tersendiri, sehingga saat ini telah memiliki sebanyak 8 buah film layar lebar dan sehuah filem pendek di dalamnya sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2003.
Baru-baru ini, aku menonton film terakhir dalam franchise Insidious, yakni Insidious: The Last Key keluaran 2018, yang mana distributor kelas whale Universal Pictures tertarik untuk mengedarkannya. Di dalam filem terbaru ini, penonton dibawa sekilas untuk memahami masa lalu Elise saat dia masih bocah hidup bersama adik lelakinya dan ayahnya. Digambarkan bagaimana dia menghadapi pengalaman-pengalaman mistis dan masa kecil yang kurang bagus yang membentuk karakternya dan membuat dia memutuskan untuk menggunakan kemampuan cenayangnya untuk membantu yang membutuhkan.
Elise yang saat ini hidup jauh dari rumah masa kecilnya, memulai petualangan barunya ini ketika mendapat panggilan telepon dari seseorang yang merasa bahwa rumah yang baru dibelinya dihuni oleh makhluk ghaib yang jahat, dan seseorang telah menasehatinya untuk menghubungi Elise.
Elise benar-benar terkejut ketika dia mengetahui bahwa rumah yang dimaksud oleh si penelepon adalah rumah masa kecilnya. Dia merasakan suatu beban yang berat terkait masa lalunya untuk kembali ke rumah itu. Tetapi kedua asistennya akhirnya berhasil membujuknya. Dan sebenarnya dia juga yakin bahwa ini bisa menjadi misinya yang paling penting, semangatnya semakin kuat ketika tahu para asistennya siap untuk hal-hal terburuk sekalipun.
Kenangan akan pengalaman yang buruk bagi psikologis, spiritual, juga fisiknya itu kini harus disingkirkannya untuk menghadapi hantu dari masa lalunya dengan tabah, terlebih, dia memang sudah dinanti sekian lama. Dan petualangannya kali ini benar-benar membuka banyak misteri dari masa lalunya yang selama ini dipahaminya dengan cara berbeda, dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya tentang itu.
Perolehan
IMDb 5.7/10 | Rotten Tomatoes 32% | Google User 83%
Pendapatku
Memang sudah tepat sekali keputusan sang kreator untuk menyuguhkan kilas balik terhadap masa lalu tokoh, setelah memperkenalkannya melalui tiga petualangan. Ini membuat penonton semakin dekat dengan sang tokoh sebelum semuanya menjadi begitu jauh. Setelah memahami masa lalu tokoh, perasaan simpati yang tadi telah terbangun, menjadi semakin menguat, dan itu adalah modal bagus untuk sebuah filem ke lima.
Secara keseluruhan, aku merekomendasikan film ini kepada mereka yang ingin melihat film horor yang menghibur. Kepada mereka yang ingin menonton, kusarankan agar menonton secara berurutan dari filem pertama, agar mendapatkan pengalaman tontonan yang lebih menarik. Ketiga filem pertama secara bersama-sama menambah kredit kepada film ke empat, terbukti dengan dibelinya hak edar oleh Universal Pictures. Dan dengan caranya tersendiri, film ke empat juga menambah sejumlah kredit kepada ketiga film pertama.
Sumber dan Saran Bacaan
- Insidious 1
- Insidious : Chapter 2
- Insidious : Chapter 3
- Insidious : The Last Key
- Leigh Whannell
- Insidious : The Last Key di IMDb
- Insidious : The Last Key di Rotten Tomatoes
Terimakasih
Terimakasih telah singgah.