Bandel!.
Saat jam kerja masih saja nyelinap kabur bersama teman-teman sekantor demi untuk nonton bareng film religi hasil adaptasi dari sebuah novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ayat-Ayat Cinta 2.
Zia, si periang, adalah salah satu teman yang sangat up date terhadap dunia fashion dan hiburan.
Dia juga otak proklamasi nobar terencana ini , setelah membeli tiket nonton seharga Rp.25.000.,kami mendapatkan bonus Rp.50.000., dari Brand ZOYA dan menyusun rencana untuk melaju diam-diam setelah absen pagi juma’at berlaku.
RENCANA DIEKSEKUSI.
Jum’at pagi, saya dan teman-teman mulai mengantri untuk meletakkan 5 jari di atas absen elektronik. Bak sekerumunan anak ayam beserta induknya, tek kotek-kotek-kotek, selesai absen, satu-persatu..mulai beranjak ke Basement. Berkumpul dengan sang induk ayam (Zia) yang sibuk memandu anaknya menuju tempat nobar, Taman Budaya-Banda Aceh.
Pukul 08.00 WIB. Terlalu pagi memang...tapi semua teman-teman sudah tidak sabar menanti film ini. Seluruh parkir kendaraan hampir penuh. Tak hanya kami, tapi saya melihat betapa antusiasnya masyarakat Aceh untuk ikut menyaksikan film yang sebagian dana dari hasil penjualan tiketnya akan disumbangkan ke Palestina.
Pukul 08.30 WIB. Akhirnya film diputar. Kami yang beranggotakan 20 orang, duduk dalam 2 deretan tempat duduk agak belakang.
Film yang bercerita tentang aksi minus kemanusiaan di Palestina ini, mengupas tentang hidup rukun dan saling menghargai atas perbedaan agama yang dianut. Menjalin rukun itu mulailah dari yang terdekat, seperti hidup rukun antar tetangga.
Nah, bagaimana dengan saya dan semua sahabat Steemit?. Sudahkah menjalin hidup rukun dan saling menghargai di dalam kehidupan yang sementara ini?. Semoga. Amin.
Salam