Miracle in cell no.7
Saya seorang penikmat movie dan rata - rata film yang saya suka bahkan saya koleksi dalam HDD 500 GB itu film Hollywood, Bollywood dan Indonesia. Bagaimana dengan film Korea, jujur pertama saya kurang suka dan pesimis ceritanya pasti membosankan namun sejak saya nonton film ini pandangan saya berubah tentang film Korea yaitu film 'Miracle in cell no.7".
Film bergenre comedy drama in sukses membuat saya mewek, film ini menceritakan tentang seorang ayah (Ryoo Seung - Ryong) yang mengalami cacat mental dan hidup dengan seorang anak gadis (Yae Sung) yang masih berusia 6 tahun. Suatu hari mereka mereka melewati sebuah toko yang menjual tas Sailor Moon yang hanya tersisa satu dan sangat disukai oleh anaknya, namun karena sang ayah belum memiliki cukup uang. Setiap hari ayah Yae Sung datang ketoko itu dan melihat dari luar toko berharap tas tersebut tidak ada yang membeli agar dia bisa membelikan buat anaknya Yae Sung.
Namun suatu hari tas ransel Sailor Moon yang tersisa satu itu sudah tidak ada dan sudah dibeli oleh seseorang. Keesokan harinya anak yang membeli tas ransel tersebut menghampiri ayah Yae Sung dan mengatakan mengetahui toko lain yang juga menjual tas Sailor Moon tersebut dan bersedia mengantar ayah Yae Sung ketoko tersebut. Ayah Yae Sung pun mengikuti anak tersebut dari belakang. Namun dalam perjalanan anak tersebut terpeleset dan terjatuh, kepalanya terbentur dengan batu dan karena panik ayah Yae Sung mencoba untuk memberikan pertolongan pertama dan memberikan napas buatan atau teknik RJP. Seorang wanita yang lewat melihat kejadian tersebut dan menelpon polisi, dan nyawa anak tersebutpun tidal tertolong.
Dari kejadian tersebut ayah Yae Sung dituduh melakukannya penculikan, pelecehan seksual dan pembunuhan. Ayah anak korban tersebut adalah seorang Kepala Badan Kepolisian Nasional dan menutut ayah Yae Sung hukuman mati namun kisahnya tak sampai disitu didalam penjara hingga menunggu proses hukuman mati pun membuat kita penonton mewek pengen menangis.
Yae Sung yang sejak awal tahu kalau ayah nya bukanlah seperti yang dituduhkan mencoba menjumpai dan menghabiskan waktu di dalam penjara bersama ayahnya dengan bantuan teman - teman dari satu sel yang dua tinggal. Berbagai tekananpun ditemui didalam penjara supaya ayah Yae Sung mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya, hingga suatu hari diapun putus asa dan mengakui pembunuhan tersebut dan dihukum mati.
Namun perjuangan Yae Sung Tak berakhir untuk membuktikan ayahnya tidak bersalah, Yae Sung melanjutkan kuliah jurusan hukum. Belasan tahun berlalu dan Yae Sung yang sudah dewasa (Park Shin-Hye) membuka kembali kasus pembunuhan yang dituduhkan ke ayahnya dan membuktikan bahwa ayah Yae Sung tidak bersalah, berdasarkan bukti - bukti yang di ajukan hakim akhirnya memvonis bahwa ayah Yae Sung tidak bersalah.
Semoga resensi film ini kalian suka dan dapat menangkap sedikit dari isi postingan.