sedikit saya sampaikan pengantar dalam pembahasan ini, untuk bisa mengerti secara detil satu persatu akan kita bahas pada postingan selanjutnya (insya Allah).
Bagi kaum sufi menjadi seorang hamba Allah yang benar-benar menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan dalam menyembah Allah semata, melupakan semua pergaulan yang menyebabkan kelalaian dari mengingat Allah dinamakan maqam (tahapan ) mujahadah.
Dalam al Quran Allah menyebutkan, : Barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam menuju jalan kami sungguh kami tunjukkan jalan kami",.
Bersungguh-sunggguh pada jalan Allah adalah dengan melakukan semua perintah dan menjauhi segala larangan Allah, atau dalam istilah Tasauf dinamakan Taqwa.bertaqwa dengan sungguh-sungguh bukan hanya pada melakukan perintah wajib ataupun menjauhi larangan makruh.akan tetapi melakukan semua perintah baik itu sunnah skalipun, seperti tawajjuh pada saat sunyi, atau dalam istilah umum dinamakan meditasi, dalam tawajjuh seorang hamba (manusia) dengan penuh perasaan kekurangan akibat banyaknya dosa dan kelalaian memohon keampunan Allah, memohon kekuatan supaya mampu mendirikan maqam Ubudiyah (ibadah-dalam arti yang sangat luas), sehingga seluruh perasaannya hanya kepada Allah semata, maka seorang hamba pada kondisi ini akan mendapat pertolongan dan bantuan Allah supaya selalu dekat dengan Allah dalam setiap gerak geriknya, manusia pada tingkat ini juga dinamakan dengan Waliyullah (wali Allah).maksudnya seorang hamba yang telah Allah naikkan derajatnya menjadi kekasihnya, sehingga karena terlalu cintanya Allah pada mereka Allah memberikan bermacam cobaan kepada mereka disamping melimpahkan kesabaran, sehingga semakin hari derajat wali Allah ini semakin tinggi dan dekat dengan Cinta dan keridhaan Allah.
itulah maksud "Kami berikan jalan petunjuk Kami" dalam ayat al Quran diatas,
Maqam mujahadah ini barulah maqam permulaan dalam golongan sufi, sehingga mereka yang telah mampu melewati maqam ini akan mendapat jalan makrifat kepada Allah, maksudnya seluruh perasaannya mengenal kekuasaan dan kemaha Agungan Allah baik melalui penciptaan Allah (af'al) atau melalui asma Allah ataupun sudah bisa mengenal Allah dengan Zat Allah langsung.
sehingga tahapan makrifat ini sendiri bukan hanya satu tahapan. akantetapi semua tahapan ini baru bisa dilalui seorang hamba (salik) dengan bantuan (maunah, inayah) dari Allah..
sumber :Syarah hikam Ibnu Athaillah Askandary