Iya, perlu itu, tapi masalahnya kita susah mengidentifikasi alimun. Ada kalanya kita terlanjur menganggab seseorang sebagai alimun, eh ternyata beliau sebatas faqih. Belum lagi seseorang yang benar-benar ulama, mereka cenderung sembunyi dari hingar bingar dunia, mereka hanya menemani umat secara terselubung, kalau toh muncul ya jarang. Mereka benar-benar dihijab tuhan, bahkan mediapun oleh tuhan kadang dibuat tidak sudi menyorotnya. Ini sudah darurat ulama kayaknya, jumlah mereka tidak sebanyak dulu, mengerikan ini pak. Kenapa tuhan tidak memproduksi lagi ya.
RE: Menjaga Adab Kepada Ulama