Gambar ini di Aceh dikenal buah rumbia atau disebut juga salak Aceh. Entah dari mana nama Salak Aceh ini dibubuhkan pada jenis buah ini. Sebelum terjadinya tsunami di Aceh, buha ini sangat banyak dijual hampir di sepanjang jalan. Namun setelah terjadinya tsunami, buah ini sangat jarang ditemukan lagi.
Namun ada juga yang mengatakan hilangnya buah ini di pasaran karena sudah banyaknya tower pemancar provider handphone. Akibat radiasi yang ditimbulkan oelh tiang pemancar ini menyebabkan buah ini tidak ada lagi, walaupun batang sagu sebagai penghasil buah ini masih hidup sampai sekarang.
Buah ini sering dibuat rujak atau "canacah". Ketiadaan buah ini mengakibatkan rujak Aceh kehilangan rasa.