Dear steemians
Bukan suatu hal yang mustahil kalau tumbuhan padang pasir ternyata bisa tumbuhan di daerah pegunungan yang iklimnya sangat dingin dan memiliki tekstur tanah yang berbeda dengan padang tandus.
Baru-baru ini ada upaya budidaya tanaman kurma di Nisam Antara Aceh Utara, tepatnya di kawasan objek wisata yang baru terkenal yaitu Gunung Salak. Aneh bukan, tumbuhan yang dominannya tumbuh di jazirah Arab tersebut sudah bisa di budidayakan di lahan yang tidak begitu berpasir.
Ternyata pohon kurma ini telah ditanam di beberapa daerah di Aceh, seperti Aceh Besar dan Aceh Utara baru kali ini dicoba bididayakan. Fonomena menjadi paradoks, karena kebanyakan orang menganggap bahwa pohon kurma tidak akan hidup didaerah yang curah hujannya tinggi, karena memiliki kelembaban yang sangat dan kandungan air yang jauh berbeda dengan daerah timur tengah.
Bahkan sebahagian orang meyakini kalau tumbuhan kurma tidak akan berbuah di daerah selain Arab, walau tumbuh sekalipun. Faktanya sekarang berbanding terbalik, di Aceh sekalipun telah berbuah beberapa kali pohon kurma yang ditanam untuk hiasan dalam pekarangan mesjid.
Untuk membuktikan hal itu, seorang petani di Gunung Salak Nisam Antara, mencoba membuka lahan yang menanam pohon kurma dalam jumlah yang banyak dengan kondisi bibit tanam yang sedang berbunga.
Kalau tidak ada aral melintang, diprediksikan akan mencapai masa panen pada bulan ramadhan ini. Ini merupakan sebuah tantangan untuk membuktikan tanaman padang pasir bisa dibudidayakan di daerah tropis dan non tropis.