Petai memiliki kandungan potasium dan rendah garam. Hal ini membuatnya mampu menyeimbangkan detak jantung, sehingga aliran darah di dalam tubuh tetap stabil.
Tak hanya itu, petai juga memiliki kandungan triptofan yang bermanfaat untuk membuat saraf otak lebih relaks. Ini membuat petai mampu mengurangi tingkat stres seseorang, sehingga terhindar dari risiko terjadinya tekanan darah tinggi di kemudian hari.
Namun sayang, manfaat petai seperti di atas masih belum dapat dipastikan. Ini karena masih butuh banyak penelitian lebih lanjut untuk menggali sifat potensial petai, termasuk dalam menurunkan risiko hipertensi, kanker, dan infeksi bakteri.
Lebih jauh, Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi petai dalam jumlah berlebihan. Ini karena penelitian menunjukkan bahwa petai mengandung zat tanin, sehingga bila konsumsi dalam jumlah tidak wajar dapat menghambat penyerapan protein dan asam amino di dalam usus.
Tak hanya itu, menurut dr. Sepriani Trimurtini Limbong, konsumsi petai dalam jumlah berlebih juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat. Hal ini karena petai memiliki kandungan purin yang tinggi.
Kesimpulannya, hingga saat ini petani belum terbukti mampu mencegah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Walau demikian, tak ada salahnya jika Anda ingin menjadikannya sebagai lalapan sehari-hari, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebih.
You Like this post, do not forget to upvote or followme or resteem