Dari sekian banyak jenis kaktus, hanya Haworthia yang paling kusuka. Awalnya, tumbuhan bernama latin Haworthia margaritifera itu berdiri di atas vas yang agak mini. Kemudian aku memindahkan ia ke dalam vas yang lebih lebar. Kini kaktus peninggalan kakak perempuanku yang sudah tiada, serta merta kujadikan milikku.
Aku tidak sempat memintanya langsung kepada kakakku sewaktu ia masih bernapas berjuang melawan kanker ganas yang melucuti tubuhnya dari hari ke hari sampai ia meninggal dunia.
Saban hari aku selalu memastikan agar tanah yang didiami Haworthia tidak kekurangan asupan air. Entah bagaimana aku jadi sangat suka mengurus Haworthia. Setiap kali memandang tangkai-tangkainya yang runcing bertekstur kasar, ada semacam perasaan yang selalu membawaku mengingat kakakku.