Pemain Basmika Asal Samalanga
------- ~~~ o0o ~~~ -------
Sahabat steemian...
Baru-baru ini Nur Aulianda, gadis manis kelahiran Samalanga, 4 April 2004 menceritakan tentang kebahagiaannya bersama group yang berhasil mempersembahkan medali emas dari cabang hadhrah yang ia ikuti pada event pekan olah raga dan seni (porseni) ke-16 di Kota Subulussalam.
Foto: Aulia, sang penabuh basmika
Dia juga bercerita tentang pengalamannya selama menjadi anggota hadhrah, dan tentang bagaimana ia mempelajarinya. "Ini merupakan hobby saya, karena itu tidak ada kesusahan maupun hambatan saat mempelajarinya. Dan ini menjadi pekerjaan yang mudah," kata gadis yang biasa Aulia itu.
Aulia, yang juga siswa MTsN 3 Bireuen di Samalanga menuturkan, awalnya sempat gugup saat berada di atas panggung. Namun dengan niat yang kuat untuk mempersembahkan yang terbaik, rasa gugup itu hilang, lanjutnya.
"Bisa berada di sini sebuah mimpi bagi saya, yang awalnya hanya seorang bass drum di salah satu grup drumband sekolah. Terpilih menjadi pemain basmika di grup hadhrah setelah melalui seleksi akhirnya terpilih mengikuti porseni mewakili kontingen Bireuen.
Perhelatan dua tahunan kementerian agama (kemenag) Aceh itu dilaksanakan mulai tanggal 8 s.d. 14 Juli 2018. Melibatkan lima ribu lebih peserta, panitia dan official dari 23 kankemenag kabupaten/ kota di Aceh. Plus kampus UIN Ar Raniry dan IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, dan Kanwil kemenag Aceh.
Acara ditutup secara resmi oleh walikota Subukussalam, Meurah Sakti SH pada Jumat malam (13/7/2018). Dan sabtu paginya para peserta sudah meninggalkan kota Sadakata itu atau disebut juga tanah Hamzah Fansury, seorang ulama besar Aceh.
Demikian info sekilas. Semoga bermanfaat.