Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan bahwa Rusia kemungkinan besar berada di balik percobaan pembunuhan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan anak perempuan Yulia Skripal di Salisbury pada 4 Maret 2018.
May mengatakan bahwa nerve agent atau racun saraf yang digunakan dalam serangan tersebut berjenis Novichok, zat yang dikembangkan Uni Soviet pada 1970-an.
"Berdasarkan identifikasi positif agen kimia ini oleh para ahli terkemuka dunia di Defence Science and Technology Laboratory di Porton Down, kami mengetahui bahwa Rusia sebelumnya telah menghasilkan racun ini dan masih dapat melakukannya," demikian pernyataan May di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat