Foto: diambil dari google
Perang yang berkecamuk di Aceh selama puluhan tahun tak ayal menyisakan pelanggaran-pelanggaran HAM berat yang dilakukan antara kedua belah pihak yang bertikai. Tak hanya TNI-Polri yang melakukan pelanggaran HAM tersebut akan tetapi juga dari pihak Gerakan Aceh Merdeka yang bersembunyi ditengah-tengah pemukiman padat penduduk menggunakan tubuh rakyat tak berdosa sebagai tameng.
Begitu banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI-Polri selama konflik di Aceh dibeberkan ke media setelah perdamaian tercipta berkat fenomena alam yang maha dahyat, Tsunami yang telah meluluhlantakkan sebagian besar provinsi Aceh sehingga menewaskan ratusan ribu orang yang berada di Nanggroe syariat Islam ini. Namun diantara kabar yang diekspos ke media tersebut tak satupun yang memberitakan bahwa GAM itu sendiri juga tak kalah banyaknya melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM.
Rakyat yang menetap didaerah terpencil atau pedalaman rawan terjadi tindakan kekerasan, diantara kedua belah pihak yang bertikai rakyat ini tak luput dari pelampiasan amarah baik bagi TNI-Polri maupun GAM yang mengaku berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.
Tercatat bahwa pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh GAM......
Selama puluhan dekade bau semerbak musiu dan cucuran darah terus mengalir di Nanggroe ini,