Tahun ajaran baru 2018/2019 segera dimulai, berbagai sekolah mulai tingkat SD hingga ke perguruan tinggi mulai membuka pendaftaran, tak terkecuali pesantren modern Jeumala Amal, Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Salah seorang pendaftar adalah keponakan saya bernama Teungku Firman Paseh. Seandainya lulus nanti, Firman--begitu kami panggil, menjadi anak kedua abang saya sekolah di pesantren modern favorit se-Aceh itu. Sebelumnya, Farida Mustafavi--kakaknya telah mengenyam pendidikan di sana selama enam tahun, dari madrasah tsanawiyah swasta (MTs) hingga madrasah aliyah swasta (MAS).
Rumah adat Aceh di sana berdiri kokoh di asrama putri Jeumala Amal
Menurut informasi disampaikan oleh pantia penerima siswa baru, jumlah pendaftar untuk ajaran ini sebanyak 600 siswa asal sekolah tingkat SD dan tingkat SMP. Sementara diterima untuk masing-masing tingkat sekolah sebanyak tiga lokal.
Pendaftarnya berasal dari berbagai daerah di Aceh. Hasil perbincangan saya dengan beberapa wali calon santri, ada yang berasal di Aceh Utara, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah. Kabarnya, dari pantai barat selatan juga banyak mendaftar ke sana.
Dua keponakan saya berfoto di bingkai karya santri Jeumala Amal
Sementara agenda kemarin adalah ujian masuk yang dilakukan dalam dua tahap, pengetahuan agama dan pengetahuan umum di kompleks asrama putra. Usai tes, bagi wali calon santri dan calon santri juga diberikan makan siang yang dijamu di kompleks asrama putri.
Panitia juga menyebutkan, peserta yang lulus tes nanti akan diumumkan di surat kabar dan ditempel langsung di kompleks asrama Daya Jeumala Amal.