Benarlah jangan satu perkara dalam amarah. Sebab dalam amarah pikiran tak lagi terarah dan hati sedang tak menjadi tuan rumah.
Bila mengambil keputusan atas nama amarah itu ternyata untuk memuaskan nafsu keegoan. Itu pastilah tak akan sesuai kehendak jiwa.
Berapa banyak penyesalan oleh sebab amarah ini? Tak sedikit pula mengambil keputusan dalam amarah untuk menyelesaikan perkara, tercipta perkara yang tak terkira.
Bila amarah tak terkendali dalam menghadapi satu perkara, lihatlah apa yang terjadi, istri dan anak-anak pun bergelimang darah.
Lihat pula yang terjadi bila amarah bertemu. amarah, maka mayat-mayat akan bergelimpangan. Tak lagi mengenal nama teman dan saudara. Tak ingat pula seagama yang sejatinya saling menjaga.
Begitulah hari-hari ini petunjukan amarah menghiasi dunia untuk memberi pengajaran. Cerita yang tak mampu mengendalikan amarah akan menjadi petaka. Sebab untuk mengendalikan amarah sungguh berharga.