Panahan adalah salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasul, selain berenang dan berkuda. Belakangan ini, panahan cukup digandrungi oleh masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dengan usia dewasa.
Di cabang panahan ada tiga kelas yang diperlombakan, yaitu kelas nasional, kelas compound, dan terakhir kelas recurve.
Selain jenis busurnya yang berbeda, jarak dalam panahan juga menjadi ciri khas dari ketiga kelas dalam olahraga tersebut. Jarak untuk kelas nasional mulai dari jarak 30, 40, hingga 50 meter. Untuk compound 50 meter. Sedangkan kelas recurve 70 meter.
Dari ketiga jenis busur tersebut, pada akhirnya saya memilih busur compound. Walaupun pada awalnya sempat mencoba busur kelas nasional. Ada banyak pertimbangan mengapa saya akhirnya menentukan busur compound, salah satunya teknologinya. Insya Allah di lain kesempatan akan kita bahas.
Pengalaman pertama saat memanah sekitar tiga bulan yang lalu, ternyata tidak semudah yang kita lihat.
Dalam memanah, banyak hal yang harus kita lakukan secara bersamaan. Semuanya saling melengkapi. Tidak boleh silap atau luput salah satunya. Mulai dari posisi berdiri, lalu memegang busur dengan benar, meletakkan anak panah pada dudukan, menarik anak panah, melihat target bidikan dengan sight bownya. Kemudian diakhiri dengan release anak panah.
Semua itu harus dilakukan dengan disiplin, fokus, konsentrasi dan sabar. Sehingga kita akan merasakan nikmat tersendiri ketika anak panah menancap pas di bagian tengah, skor 10. Di sinilah serunya memanah. Iya benar, memanah itu keren.
Bila kita serius belajar, dalam satu bulan insya Allah kita sudah cukup lancar memanah. Tinggal fokus pada akurasi dan meningkatkan jarak tembakan.
Jika pertama latihan kita menarget bantalan dengan jarak 10 meter, lalu tingkatkan lagi menjadi 15 meter. Jika sudah terbiasa dan sudah mengena sasaran tembakan, lanjut lagi ke jarak 30 meter, kemudian 40 meter, dan 50 meter. Khusus kelas recurve bisa lanjut lagi ke jarak 70 meter.
Saya sarankan setiap latihan panahan baiknya dihitung untuk melihat grafik perkembangan skill kita, dan tentunya untuk menambah semangat. Bagi pengguna ponsel pintar, aplikasi penghitung skor panahan banyak di sediakan secara online dan bisa diunduh.
Dari sisi religinya juga langsung dapat. Baiknya setiap kali akan menarik anak panah kemudian mereleasnya, bacalah basmalah. Kemudian baca hamdalah saat anak panah mengenai target.
Jika sekali ronde kita menembakkan 6 s.d. 12 anak panah, dan jika setiap latihan ada 5 ronde, rasanya kita akan mendapat banyak sekali manfaat, baik dari sisi kesehatan maupun religinya. Semoga bermanfaat.
Mari memahan!